Menurutnya, pencampuran bahan bakar masih bisa ditoleransi dalam kondisi tertentu, misalnya ketika masih ada sisa BBM di dalam tangki sehingga pengisian dengan jenis bahan bakar lain tidak dapat dihindari.
Dalam situasi seperti itu, pencampuran umumnya tidak langsung menimbulkan gangguan pada mesin kendaraan.
Supriyadi juga menjelaskan bahwa penggunaan BBM dengan angka oktan lebih tinggi sesekali dapat membantu menjaga kebersihan ruang bakar karena kandungan aditif yang dimilikinya.
Namun, efek tersebut hanya bersifat sementara dan tidak dapat menggantikan pentingnya servis serta perawatan kendaraan secara berkala.
Baca Juga: Antrean Pertalite Mengular di Solo, Pertamina Pastikan Stok Aman dan Siap Tambah Pasokan
Ia menambahkan, produsen BBM pada umumnya tidak menyarankan pencampuran antarproduk.
Alasannya, setiap bahan bakar memiliki komposisi aditif yang berbeda dan produsen tidak memiliki data mengenai bagaimana formula tersebut akan bereaksi ketika dicampur dengan produk lain.
Selain itu, rekomendasi untuk tidak mencampur BBM juga bertujuan menghindari potensi persoalan apabila di kemudian hari terjadi gangguan pada performa atau komponen mesin.
Karena itu, Supriyadi menilai penggunaan satu jenis bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi dan rasio kompresi mesin merupakan pilihan yang paling aman.
Selain dapat menjaga performa kendaraan tetap optimal, cara tersebut juga dinilai lebih baik untuk mendukung keawetan mesin dalam jangka panjang.
Dengan kata lain, mencampur Pertalite dan Pertamax Turbo memang tidak selalu berdampak buruk, tetapi hingga kini juga belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa cara tersebut membuat kendaraan lebih irit.
Untuk hasil yang konsisten dan meminimalkan risiko, penggunaan BBM sesuai rekomendasi pabrikan tetap menjadi pilihan yang paling disarankan.
"Untuk keawetan mesin dan performa yang optimal, menggunakan satu jenis bahan bakar yang sesuai dengan rasio kompresi mesin secara konsisten tetap menjadi pilihan terbaik. Pencampuran berada di area abu-abu yang memiliki risiko, terutama dalam jangka panjang," pungkas Supriyadi.