Base fuel merupakan bahan dasar berupa campuran hidrokarbon yang diperoleh dari proses pengolahan minyak bumi.
Sementara itu, aditif adalah senyawa kimia yang ditambahkan untuk memberikan fungsi tertentu, seperti meningkatkan angka oktan, menjaga kebersihan ruang bakar, mencegah korosi, menghambat oksidasi, hingga mengurangi risiko tercampurnya air di dalam bahan bakar.
Ia menegaskan bahwa setiap produk BBM memiliki komposisi aditif yang berbeda-beda.
Formula tersebut dikembangkan oleh masing-masing produsen dan menjadi bagian dari rahasia dagang perusahaan.
"Setiap jenis bahan bakar tidak hanya memiliki angka RON yang berbeda, tetapi juga menggunakan formulasi aditif yang berbeda. Formula tersebut merupakan rahasia dagang masing-masing produsen," kata Supriyadi, Minggu (5/7/2026), dikutip dari Kompas.com.
Karena itu, menurut Supriyadi, menilai hasil pencampuran BBM hanya berdasarkan angka RON tidaklah cukup.
Baca Juga: Ayunkan Parang Karena Ogah Antre Pertalite, Pria di Kendari Dikejar Massa dan Dilempari Batu
Kandungan aditif yang berbeda pada setiap jenis bahan bakar juga dapat memengaruhi karakteristik serta performa BBM saat digunakan pada mesin kendaraan.
Dengan kata lain, hingga kini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa mencampurkan Pertalite dan Pertamax Turbo secara otomatis membuat kendaraan menjadi lebih hemat bahan bakar.
Meski tak ada larangan mutlak untuk mencampurkan dua jenis BBM, Supriyadi menyarankan agar praktik tersebut tidak dilakukan secara rutin.