Misteri Mio Tak Bertuan di Tepi Sungai Brantas, Jadi Barbuk Hilangnya Pemancing Asal Tulungagung

Ferdian - Rabu, 8 Juli 2026 | 15:30 WIB

Penemuan Yamaha Mio merah yang jadi barang bukti hilangnya seorang pria yang dilaporkan hilang di tepi sungai Brantas

GridOto.com - Satu unit Yamaha Mio, alat pancing dan sepasang sandal jadi titik terang hilangnya NS (46) seroang warga asal Tulungagung, Jawa Timur.

Barang-barang tersebut ditemukan tak bertuan di tepi Sungai Brantas pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Seorang warga bernama Jayat jadi yang pertama menemukan barang-barang tersebut dan langsung melapor ke polisi.

Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa korban tercebur ke dalam aliran sungai saat sedang memancing.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto, mengonfirmasi bahwa penemuan properti korban menjadi dasar kuat dilakukannya operasi pencarian.

“Dari barang yang ada di lokasi, diyakini korban tercebur di Sungai Brantas. Kejadian ini diteruskan ke BPBD Tulungagung dan Basarnas,” ucap Nanang.

Sebelum motornya ditemukan terlantar di pinggir sungai, NS diketahui sempat berpamitan kepada istrinya, AY, pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk pergi mencari ikan.

“Laporan yang diterima Polsek Ngantru, korban hilang saat mencari ikan di Sungai Brantas,” ujar Nanang menukil Tribunjatim.

Baca Juga: Maling IQ Rendah Babak Belur, Gagal Gondol Yamaha Mio Putih Posisi Servis di Bengkel

Namun, kecemasan pihak keluarga memuncak ketika korban sama sekali tidak bisa dihubungi melalui telepon seluler sejak Senin sore pukul 17.30 WIB.

Pihak keluarga bersama warga sekitar sempat melakukan pencarian mandiri malam itu, tetapi tidak membuahkan hasil.

“Keluarga sudah mencari korban di hari itu, tapi tidak ketemu. Warga juga membantu melakukan pencarian,” sambung Nanang.

Laporan resmi mengenai hilangnya korban baru diterima oleh Polsek Ngantru pada Selasa (7/7/2026) pukul 14.30 WIB, beberapa saat setelah motor korban ditemukan.

Karena keterbatasan waktu pada hari Selasa, operasi pencarian skala besar baru diputuskan untuk berjalan keesokan harinya.

Hingga Selasa malam, korban memang belum ditemukan.

Oleh karena itu, operasi penyelamatan dan penyisiran Sungai Brantas dijadwalkan matang pada Rabu (8/7/2026).

Operasi SAR gabungan ini akan dipimpin oleh personel Pos Basarnas Trenggalek dengan melibatkan BPBD Tulungagung, Tim Rescue Pemadam Kebakaran Tulungagung, serta seluruh potensi SAR yang ada untuk menyisir sepanjang aliran sungai dengan harapan besar dari pihak keluarga agar NS bisa segera ditemukan.

YANG LAINNYA