"Oli transmisi berfungsi sebagai fluida pelumasan dan penggerak hidrolik girboks," terang Kode, panggilannya.
"Kalau sudah kotor berarti pelumasan menurun, memicu keausan," terusnya.
Selain itu kotoran dari oli transmisi yang jenuh bisa menjadi penyumbatan di jalur oli valve body.
Tekanan oli yang dihasilkan bisa melemah dan mengganggu kerja transmisi otomatis.
"Sebaiknya ganti oli transmisi dengan dikuras, jadi sisa oli kebuang semua dan diisi oli baru yang bersih," ujar Kode.
3. Engine Brake Pakai Low Gear Saja
Pindah ke L (low), D2, atau D1 bisa membantu engine brake yang hampir tidak ada di transmisi otomatis.
"Yang salah kalau sepenuhnya mengandalkan engine brake dari transmisi, tidak pakai rem," ungkap Kode.
"Tekanan oli transmisi yang dihasilkan terlalu besar untuk mencengkeram clutch di rasio gigi rendah dalam kecepatan tinggi," imbuhnya.
Tentu kondisi ini berdampak langsung pada girboks lebih cepat panas, bahkan overheat.
Juga gesekan clutch yang besar mempercepat kampas habis.
Itulah tiga kebiasaan yang bikin transmisi matik mobil bekas cepat rusak.
Baca Juga: Si Gagah Sekarang Cuma Segini, Intip Daftar Harga Mobil Bekas Bekas Pajero Sport 2009