GridOto.com – NHK Indonesia resmi meluncurkan helm full face terbaru TR-One Series yang ditujukan untuk pengendara harian hingga pecinta touring.
Helm ini hadir dalam dua varian, yakni Single Visor dan Double Visor, dengan sejumlah fitur baru seperti Triple Air Intake Ventilation System, Dual Independent Air Ventilation, dan visor anti-fog.
Selain itu, ada juga Emergency Release System (ERS), ruang untuk pemasangan intercom, hingga sudah memenuhi standar keselamatan ECE 22.06.
Dari sisi harga, NHK TR-One Series dipasarkan mulai Rp 700 ribuan hingga Rp 950 ribuan, tergantung varian yang dipilih.
Menariknya, banderol tersebut berada di rentang yang hampir sama dengan salah satu helm full face andalan NHK lainnya, yakni Mark 1.
Adapun jika melihat harga Mark 1 di marketplace, helm full face tersebut dijual sekitar Rp 675 ribu hingga Rp 1 jutaan.
Lantas, apakah kehadiran TR-One Series akan menggerus pasar NHK Mark 1?
Direktur Marketing NHK Indonesia, Johannes Cokrodiharjo, menegaskan kedua produk tersebut memiliki karakter yang berbeda sehingga tidak ditujukan untuk saling menggantikan.
Menurut Johannes, TR-One Series lebih unggul bagi konsumen yang mengutamakan sirkulasi udara di dalam helm
Baca Juga: Teknologi Terus Berkembang, NHK Berharap Fitur Ini Jadi Basic di Helm Mereka
"Kalau point of reference-nya mereka mau sirkulasi angin yang banyak, helm ini (TR-One Series) menang jauh. There is no doubt," ujar Johannes beberapa hari lalu.
Ia menjelaskan, sistem ventilasi yang dibawa TR-One membuat helm terasa lebih nyaman, terutama bagi pengendara yang bernapas lebih berat saat berkendara atau sering melakukan perjalanan jauh.
"Lalu kalau dari perspektif orang yang napasnya menggebu-gebu, tentu helm ini lebih nyaman untuk dipakai," lanjutnya.
Tak hanya itu, Johannes juga menilai TR-One menawarkan karakter desain yang berbeda dibandingkan Mark 1.
"Kalau dari segi desain, kalau kita ngomong segi vision dari depan, mungkin helm ini juga menang karena bentuknya unik," katanya.
Meski begitu, Johannes menegaskan NHK tidak memosisikan TR-One sebagai pengganti Mark 1.
Menurutnya, kedua helm tersebut memiliki keunggulan masing-masing sehingga konsumen tinggal menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan dan preferensi berkendara.
"Intinya, ini adalah produk yang beda dari Mark 1. Masing-masing ada kelebihannya, jadi tinggal disesuaikan aja sama kebutuhan masing-masing," tutup Johannes.