Keduanya mengandalkan mesin enam silinder segaris 3.0 liter turbo yang menghasilkan tenaga 394 dk dan torsi 580 Nm, dibantu sistem mild hybrid 48 volt.
Tenaganya meningkat 19 dk dibanding model tahun sebelumnya, sementara torsinya bertambah 61 Nm. Membuat akselerasi 0–97 km/jam membaik menjadi 5,1 detik.
Baca Juga: Cuma 115 Unit di Dunia, BMW Luncurkan M1000 RR Edisi Langka Seharga Rp 1 M
Bagi yang menginginkan versi plug-in hybrid, tersedia X5 50e AWD.
Model ini menggabungkan mesin enam silinder segaris yang sama dengan motor listrik bertenaga 194 dk, menghasilkan tenaga gabungan 483 dk dan torsi 700 Nm.
Akselerasi 0–97 km/jam beres di angka 4,6 detik, tetapi jarak tempuh dalam mode listrik meningkat dari 63 km menjadi 71 km, berkat baterai yang naik dari 19,2 kWh menjadi 26,5 kWh.
Sorotan utamanya adalah kehadiran BMW iX5 untuk pertama kalinya, SUV listrik murni pertama BMW yang menggunakan nama X5.
Secara tampilan, iX5 hampir identik dengan X5 bermesin ICE, hanya saja tidak memiliki lubang udara di antara gril ginjal ganda (dual kidney grille) dan pelat nomor.
BMW iX5 60 AWD mengandalkan dua motor listrik menghasilkan tenaga gabungan 570 dk dan torsi 804 Nm, mampu berakselerasi dari0–97 km/jam dalam 4,4 detik.
Namun, daya tarik utamanya bukan hanya soal performa, melainkan jarak tempuhnya yang sangat impresif.
BMW memperkirakan iX5 mampu menempuh hingga 700 km berdasarkan standar EPA, berkat baterai berkapasitas besar 144 kWh.
Namun, memiliki konsekuensi di mana bobot kendaraan diperkirakan juga cukup besar, yakni lebih dari 2.720 kg.
Baca Juga: Sedan Mewah Enggak Takut Krisis BBM, Iritnya Konsumsi Listrik BMW i7
Sistem kelistrikan 800 volt pada iX5 mendukung pengisian daya cepat DC hingga 460 kW. Dengan teknologi tersebut, baterai dapat diisi dari 10 persen hingga 80 persen hanya dalam 22 menit.
BMW juga mengklaim bahwa pengisian selama 10 menit sudah cukup untuk menambah jarak tempuh sekitar 274 km.
Selain itu, iX5 telah mendukung bidirectional charging, sehingga mobil ini dapat digunakan sebagai sumber listrik untuk rumah maupun mengisi daya mobil listrik lain saat dibutuhkan.
Melansri dari Carscoops, di pasar Amerika Serikat BMW X5 40 dibanderol mulai 71.250 Dolar AS (Rp 1,2 miliar), sedangkan versi X5 40 AWD dijual mulai 73.550 Dolar AS (Rp 1,3 miliar).
Varian X5 50e xDrive dengan teknologi plug-in hybrid dipasarkan mulai 78.950 Dolar AS (Rp 1,4 miliar), sementara BMW iX5 60 AWD dibanderol mulai 81.250 Dolar AS (Rp 1,46 miliar).
Sebagai catatan, angka tersebut didapat saat kurs 1 Dolar AS = Rp 17.994 per 02 Juli 2026.
BMW akan lebih dulu meluncurkan X5 40 xDrive pada Oktober, disusul X5 40 penggerak roda belakang, X5 50e PHEV, dan iX5 pada awal 2027.
Setelah itu, BMW juga akan menambah jajaran X5 dengan varian M Performance bermesin V8 serta iX5 Hydrogen berbahan bakar sel hidrogen.
Varian tersebut diklaim mampu menempuh jarak hingga 750 km dalam sekali pengisian penuh bahan bakar hidrogen.
Dengan pilihan tersebut, BMW hampir memenuhi seluruh kebutuhan konsumen, mulai dari mesin bensin, plug-in hybrid, listrik murni, hingga hidrogen.