GridOto.com - Motor berfitur smart key dan keyless yang digadang-gadang anti pencurian, kini sudah tak aman lagi.
Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Jatim) mengungkap cara pelaku membobol kunci berpengaman tinggi tersebut.
Sebelumnya, Polda Jatim mencatat kejadian tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian motor (curanmor) selama Juni 2026 sebanyak 320 kasus.
Dari jumlah itu, sebanyak 195 kasus terungkap dengan 222 tersangka.
Di antara ratusan kasus yang terungkap dan barang bukti yang diamankan, satu motor Honda Stylo 160 menjadi sasaran empuk tersangka.
Padahal, motor matic tersebut memiliki sistem kunci keamanan tinggi dengan keyless.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaidi Jumhur mengatakan, tersangka memiliki cara khusus untuk mencuri Honda Stylo 160 tersebut selain menggunakan kunci letter T.
Baca Juga: Honda PCX Digotong Berdua Dari Kos-kosan, Sistem Keyless Tak Jadi Halangan
"Umumnya pelaku melakukan pencurian menggunakan kunci T, tapi ada yang sistem baru itu dia tidak merusak tapi langsung mengangkut,” kata Jumhur di Mapolda Jatim, (30/6/26) mengutip Kompas.com.
Sebagai info, keyless merupakan sistem pengganti kunci konvensional yang mana cara menghidupkan motor tanpa perlu mencolokkan anak kunci fisik melainkan menggunakan remote atau perangkat yang sudah terhubung dengan sistem motor.
Sementara smart key adalah versi lebih canggih dari sistem keyless.
Sistem ini tidak hanya menggantikan fungsi kunci, tapi juga punya mampu membaca sinyal khusus dari remote.
Remote ini harus berada dalam jarak tertentu agar sistem mengenalinya sebagai pemilik yang sah.
Jika tanpa ada remote, motor tidak akan bisa dinyalakan sama sekali.
Dengan sistem keamanan ganda, motor dengan fitur tersebut ternyata tidak luput dari sasaran pencurian.
Baca Juga: Aksi Santai di Siang Bolong, NMAX Keyless Digasak Maling Dalam Hitungan Detik
Pencuri mengangkutnya langsung menggunakan mobil.
"Sering lihat di medsos kan bahwa pelaku tidak hanya menggunakan motor saja untuk mencari sasaran. Tapi dia membawa mobil pikap atau minibus. Dia patroli pinggir jalan, biasanya langsung dimasukkan ke mobil," ungkapnya.
Tersangka curanmor dengan modus seperti ini tidak bekerja sendirian, melainkan berkomplot dengan rata-rata jumlahnya empat orang pelaku.
"Beberapa TKP yang kami ungkap ada di Gresik, Lamongan. Tersangka muter-muter, dia residivis, mungkin takut dikenali, dia menggunakan minibus. Dia keliling, pantau, ambil unit di pinggir jalan," pungkasnya.