Usai menerima laporan, polisi mengajak Dinda kembali ke lokasi kejadian guna memastikan titik pasti tempat peristiwa berlangsung.
"Terus pas bikin laporan, kami balik lagi ke TKP sama Pak Polisinya, buat cari titik persisnya," jelas Dinda.
Di lokasi, polisi berupaya menelusuri rekaman kamera pengawas. Namun, pencarian tidak membuahkan hasil karena tidak terdapat kamera CCTV di sekitar lokasi.
Baca Juga: Viral Mobil Youtuber Jadi Sasaran Lempar Batu di NTT, Ini Wajah Pelaku Usai Ditangkap
Menurut Dinda, polisi menjelaskan yang tersedia hanya kamera ETLE yang tidak merekam video.
Penyidik juga berupaya menelusuri kemungkinan lain dengan meminta rekaman CCTV dari klinik kecantikan yang dikunjungi Dinda sebelum kejadian.
Polisi menduga pelaku bisa saja telah mengikuti korban sejak keluar dari klinik.
"Pak polisinya beliau pun juga bilang beliau sedang minta CCTV ke klinik, takutnya beliau pelakunya ini udah ngincar sejak aku keluar klinik gitu. Cuma ketika aku udah minta langsung ke kliniknya, itu juga mereka bilang CCTV-nya lagi enggak berfungsi," tutur dia.
Usai kejadian, Dinda membagikan pengalamannya melalui media sosial Instagram.
Sejumlah temannya kemudian menawarkan bantuan melalui kenalan mereka di kepolisian.
Hingga kini, Dinda mengaku belum berani kembali mengemudikan mobilnya.
Mobil yang menjadi sasaran pelemparan batu itu juga masih menjalani perbaikan.
Ia berharap polisi dapat segera mengungkap pelaku agar dirinya mengetahui motif di balik aksi tersebut.
"Jujur, aku cuma pengen tahu siapa pelakunya karena aku takut. Apakah aku diincar, atau cuma orang iseng? Aku pengen tahu alasannya kenapa," beber Dinda.
Baca Juga: KIA Picanto Dilempar Batu Besar, Tembus Kaca Masuk Kabin di Ciwidey
"Aku enggak berniat bikin orang masuk penjara, tapi minimal tahu kenapanya. Apalagi ini di daerah Metro Pondok Indah, jalan besar, dan kejadiannya siang bolong. Berani banget," sambung dia.
Selain berharap kasusnya terungkap, Dinda juga ingin jalanan di Jakarta menjadi lebih aman, khususnya bagi perempuan.
Sementara Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Kukuh Islami, mengatakan pihaknya masih mengumpulkan rekaman CCTV dari sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pelaku.
"Ya nanti kami dalami lagi (CCTV-nya), kan karena kami ngecek di sekitar TKP. Jadi bukan kalau tidak ada CCTV tidak bisa bikin laporan, bukan. Jadi kami memastikan ada enggak CCTV di sekitar untuk mengidentifikasi pelaku," jelas dia saat dihubungi melalui telepon, (29/6/26) disitat dari Kompas.com.