"Aku sih ngerasanya sekelebat itu cepat banget, itu sebenarnya dari kanan, dari arah seberang," ungkapnya.
Baca Juga: Lumajang Darurat Lempar Batu, Toyota Kijang, Ambulans dan Truk Pecah Kaca Dalam Semalam
Setelah menyadari mobilnya terkena lemparan batu, Dinda menyalakan lampu hazard dan berusaha menepi ke sisi kiri jalan.
Di tengah kepanikan, ia menghubungi sepupunya untuk meminta bantuan.
Sambil tetap mengemudikan mobil, Dinda menuju pos polisi terdekat dengan harapan dapat segera melapor.
Namun, setibanya di lokasi, ia tidak menemukan seorang pun anggota kepolisian yang berjaga. Yang ditemuinya justru seorang petugas kebersihan.
Kepada petugas itu, Dinda menanyakan langkah yang harus dilakukan karena batu masih menancap di kaca mobilnya.
"Karena batunya masih nancap posisinya. Aku berharap setidaknya ada barang bukti atau sidik jari yang bisa dilacak. Ternyata bapak tukang sapu itu bilang pos polisinya lagi kosong, enggak ada polisi yang bertugas saat itu. Jadi aku harus ke polsek terdekat di Kebayoran Lama," jelas dia.
Setelah sepupunya datang, Dinda langsung menuju Mapolsek Kebayoran Lama untuk membuat laporan polisi.