GridOto.com - Jalur Pantura, seperti rute Pati–Rembang, dikenal sebagai medan ujian nyali sekaligus kompetensi bagi para pengendara sepeda motor.
Setiap harinya, para pengendara harus rela berbagi aspal dengan para 'transformer', mulai dari truk tronton, kontainer, hingga bus AKAP.
Mengingat bobot truk yang mencapai puluhan ton dan dimensinya yang besar, memahami prinsip defensive riding saat hendak mendahului mereka adalah sebuah kebutuhan mutlak.
Risiko kecelakaan motor di dekat kendaraan berat kerap dipicu oleh ketidaktahuan pemotor tentang area blind spot truk, serta hilangnya stabilitas akibat efek aerodinamika.
Menanggapi fenomena berbahaya ini, Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Oke Desiyanto, membagikan panduan taktis mengenai prosedur keselamatan yang wajib diterapkan.
"Di Jalur Pantura Pati–Rembang, keselamatan harus selalu menjadi prioritas. Sepeda motor tidak akan mampu melawan dampak benturan dengan kendaraan berat. Karena itu, kemampuan terpenting bagi pengendara bukanlah melaju cepat, melainkan memiliki kewaspadaan tinggi dan mampu membaca potensi bahaya di sekitar," pesan Oke Desiyanto dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, berikut adalah sejumlah hal yang harus diperhatikan.
Kuasai dan Hindari Blind Spot
Truk memiliki area titik buta yang sangat luas, meliputi bagian depan, belakang, serta sisi kiri dan kanan kemudi.
Sebagai patokan dasar, jika Anda tidak dapat melihat wajah pengemudi truk melalui spionnya, maka pengemudi truk tersebut juga tidak dapat melihat keberadaan Anda.
Baca Juga: Sunmori Asal Rebah Bisa Celaka, Ini Cara Cornering Aman Menurut Ahli Safety