Dua motor listrik ini secara kombinasi menghasilkan tenaga 144 kW atau 193 dk, dan masing-masing motor mengeluarkan torsi 205 Nm (depan) dan 268,6 Nm (belakang).
Karena motor listriknya berada di as dan adanya baterai, Toyota menggeser suspensi live axle menjadi De-Dion Suspension dengan per daun.
Baca Juga: Toyota Hilux Listrik Meluncur di Indonesia, Harga Tembus Rp 1 Miliar
De-Dion Suspension memiliki satu tabung solid yang menghubungkan roda kiri dan kanan sehingga tetap stabil dan kuat seperti solid axle, tapi lebih simpel dan memungkinkan hadirnya motor e-Axle di as belakang.
Tentu saja, keunikan terakhir ada pada teknologi IMV itu sendiri yang menjadi frame yang melindungi baterai dari benturan dan tumbukan di medan off-road.
Baterainya juga dipasangkan pada subframe berbentuk belah ketupat yang meningkatkan resiliensi dari kerusakan disebabkan oleh gaya pelintir sasis.
Semua teknologi ini memungkinkan Hilux BEV andal dan menenangkan ketika dipakai di medan berat.