2. Yamaha RX125 (1979)
Meluncur dua tahun setelah sang pendahulu, generasi RX125 mengusung mesin silinder tunggal berkapasitas murni 123 cc.
Tenaganya meningkat menjadi 13 dk. Mengikuti jejak RX100, sistem transmisi pada motor ini masih mengandalkan konfigurasi 4-percepatan.
3. Yamaha RX-K (1980)
Motor inilah yang menjadi cetak biru langsung dari lahirnya sang "Raja".
Yamaha RX-K sudah dipersenjatai mesin tangguh berkapasitas 135 cc dengan semburan daya mencapai 17,5 dk, serta sanggup dipacu hingga kecepatan 150 km/jam.
Didatangkan secara utuh (CBU) dari Jepang, ciri khasnya adalah penggunaan kedok lampu alias bikini fairing.
Sayangnya, masa edar motor ini tergolong singkat karena kurang direspons positif oleh pasar saat itu dan berakhir disuntik mati pada tahun 1983.