Blak-blakan Soal PHEV dan BEV di Indonesia, Begini Pandangan DFSK

Wisnu Andebar - Rabu, 24 Juni 2026 | 11:19 WIB

PHEV terbaru DFSK E5 Plus

GridOto.com - DFSK menilai teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) masih menjadi solusi relevan untuk pasar Indonesia saat ini dibandingkan kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV).

Pandangan tersebut disampaikan seiring debut global DFSK E5 Plus versi setir kanan (right-hand drive/RHD) di ajang International Automotive & Supply Chain Expo 2026 di Hong Kong, Kamis (18/6/2026).

Menurut Joe Zhou, Deputy General Manager Overseas Sales and Service Division DFSK, proses transisi menuju kendaraan energi baru tidak bisa disamaratakan di setiap negara karena karakteristik pasar dan kebutuhan konsumen yang berbeda-beda.

"Peralihan global menuju kendaraan energi baru berbeda di setiap pasar, sehingga tidak ada satu solusi yang cocok untuk semua kondisi," ujar Joe Zhou kepada GridOto.com di Hong Kong, Kamis (18/6/2026).

Joe menjelaskan, konsumen Indonesia saat ini mulai menginginkan efisiensi energi dan teknologi pintar yang identik dengan kendaraan listrik.

Namun di sisi lain, faktor kenyamanan dan keandalan untuk perjalanan jarak jauh masih menjadi pertimbangan utama.

Dengan kondisi geografis Indonesia yang luas serta infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik yang masih terus berkembang, DFSK melihat kebutuhan akan kendaraan yang siap digunakan kapan saja tanpa kekhawatiran masih sangat tinggi.

"Di Indonesia, konsumen menginginkan efisiensi energi dan fitur pintar seperti kendaraan listrik, namun juga sangat menghargai kenyamanan serta keandalan untuk perjalanan jarak jauh," kata Joe.

Wisnu/GridOto.com
Joe Zhou, Deputy General Manager, Overseas Sales and Service Division DFSK

Karena itu, DFSK meyakini teknologi PHEV mampu menjadi jembatan yang ideal antara kendaraan bermesin konvensional dan kendaraan listrik murni.

YANG LAINNYA