GridOto.com - Kini 17.600 motor listrik milik Badan Gizi Nasional untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) mangkrak di gudang kawasan Sentul, kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Melihat itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini menyatakan setuju dengan rencana Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menghibahkan motor listrik yang aslinya dibeli untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada guru-guru honorer di daerah.
Yahya menilai langkah tersebut dapat menjadi solusi agar aset yang sudah telanjur dibeli menggunakan anggaran negara tetap memberikan manfaat.
"Waktu rapat dengan Komisi IX, ibu Arumsari mengatakan sepeda motor listrik tersebut akan dihibahkan kepada guru-guru honorer di daerah-daerah. Dan saya setuju dengan rencana tersebut," ujar Yahya, (19/6/26) mengutip Kompas.com.
Politikus Golkar itu menegaskan sejak awal dirinya tak sepakat dengan pengadaan motor listrik untuk SPPG karena tidak sesuai dengan kebutuhan operasional pengelola dapur program makan bergizi.
"Mereka tidak memerlukan mobilitas dalam bekerja," ucap Yahya.
Dia juga mengungkapkan Komisi IX DPR tidak pernah menerima laporan maupun informasi terkait pengadaan motor listrik tersebut.
Akibatnya, fungsi pengawasan DPR terhadap penggunaan anggaran BGN pada masa kepemimpinan Dadan Hindayana tidak dapat dilakukan secara maksimal.
Selain itu, Yahya menilai perusahaan yang melakukan pengadaan tidak profesional karena tidak ada dealer dan pusat layanan perbaikan kendaraan dari perusahaan tersebut.
"Perusahaan pengadaan tidak profesional, tidak punya dealer dan tempat service-nya. Yang paling disesalkan harganya di-mark up," ucap Yahya.
Baca Juga: Gaduh 70.000 Motor Listrik MBG, Kepala BGN Sebut Cuma 25.000 Untuk Ini
Terlepas dari hal itu, Yahya mendukung pandangan Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari agar motor listrik tersebut tetap dimanfaatkan, karena telah dibayar menggunakan uang negara.
Diketahui, Agustina Arumsari menyatakan motor listrik untuk operasional SPPG telah dibeli pada masa kepemimpinan Dadan Hindayana dan harus dimaksimalkan kegunaannya.
Menurut dia, aset yang telah dibelanjakan menggunakan uang negara harus dimanfaatkan secara optimal.
Namun, BGN akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung.
"Iya. Iya, nanti gini kami akan meminta informasi juga ke Kejaksaan ya, lalu poinnya sebenarnya gini, secara keseluruhan ya bukan cuma bukan cuma motor nih. Semua yang sudah dibelanjakan di 2025 termasuk IT sebenarnya kami inginnya itu dimaksimalkan," ujar Agustina usai rapat tertutup dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, (15/6/26).
Agustina menegaskan pemanfaatan tersebut tidak hanya berlaku untuk motor listrik.
Seluruh barang yang telah dibeli pada 2025 akan dievaluasi agar tetap dapat dimanfaatkan.
Oleh karena itu, evaluasi juga akan dilakukan terhadap berbagai perangkat teknologi informasi dan barang pengadaan lainnya yang sempat menjadi sorotan.
"Tapi poinnya enggak cuma itu tuh kemarin kan sempat ada dibilang laptop, dibilang IoT, CCTV dan sebagainya yang sudah memang sudah telanjur dibayar (maka) dimaksimalkan," jelasnya.
Agustina menekankan, pemanfaatan barang-barang yang telah dibeli menjadi salah satu upaya BGN menyisir anggaran pada 2026.
Baca Juga: Harga Rp50 Juta Up Terkuak Spek Motor MBG Viral, Tampang Trail Mesin Kayak Gini
Dengan langkah tersebut, pengadaan barang yang memiliki fungsi serupa tidak perlu kembali dilakukan.
"Nah, itu salah satu cara juga 2026 kami sisir anggarannya, kami sisir anggarannya yang bunyinya dan kurang lebih output-nya akan sama dengan yang 2025, kami bilang 'no'. Itu enggak ada lagi di 2026 lakukan," papar dia.
Sebagai info, motor trail listrik itu merupakan pabrikan Tiongkok.
Namun meski begitu, motor ini dirakit atau disuplai oleh perusahaan lokal (PT Yasa Artha Trimanunggal).
Masuk ke spesifikasi, motor listrik Emmo JVX GT diklaim mempunyai tenaga besar dengan daya 3800 W (normal) dan hingga 7000 W (peak), sehingga responsif dan kuat di berbagai medan.
Kecepatan maksimalnya mencapai 80 km/jam dengan jarak tempuh sekitar 70 km, cukup untuk penggunaan harian maupun aktivitas luar ruangan.
Menggunakan baterai 72V 31Ah yang bisa dipasang dua unit dan dilepas, motor ini juga didukung fast charging yang mampu mengisi dari 30% ke 80% dalam waktu sekitar satu jam.
Sistem penggeraknya memakai dynamo BLDC dengan tambahan smart gearbox, membuat torsi kuat terutama saat tanjakan atau membawa beban.
Dari segi fisik, dimensinya proporsional dengan ground clearance tinggi 320 mm, cocok untuk off-road.
Bobotnya sekitar 110 kg dengan kapasitas angkut hingga 200 kg.
Pengereman sudah double disc dengan CBS, serta ban dual purpose ukuran 19 inci depan dan 18 inci belakang yang stabil di jalan aspal maupun tanah.
Melansir situs resminya, motor listrik satu ini dibanderol dengan harga Rp 56.800.000.