GridOto.com - Belum lama ini viral dugaan aksi pejmabretan kawasan Senayan, Jakarta Selatan.
Berdasar unggahan Instagram @jakartapusat.info, kejadian bermula saat pengemudi taksi online mengaku AC mobil tidak berfungsi sehingga meminta izin membuka kaca jendela selama perjalanan dari Stasiun Senen, Jakarta Pusat.
Saat kendaraan melambat akibat kemacetan di Jalan Jenderal Sudirman arah Blok M, seorang pria berbaju hitam mendekati sisi kanan mobil.
Rekaman dashcam mobil di belakang memperlihatkan pelaku mengambil barang dari dalam kabin melalui kaca yang terbuka sebelum melarikan diri.
Kapolsek Kebayoran Baru AKBP Nugrahadi Kusuma mengatakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan.
Polisi juga masih menelusuri identitas kendaraan yang digunakan korban.
Menanggapi kejadian tersebut, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, berbagai modus kejahatan di jalan raya pada dasarnya terus berulang.
Menurutnya, pengemudi yang mematikan AC tidak selalu patut dicurigai karena bisa saja AC memang rusak atau pengemudi ingin menghemat bahan bakar saat terjebak kemacetan.
Baca Juga: Cisauk Mencekam, Mobil Seorang Wanita Dirampas Tiga Begal Dengan Ancaman Celurit
Namun, jika harus membuka kaca jendela, bukaan sebaiknya tidak terlalu lebar.
"Pastikan jika harus membuka kaca jendela hanya 5 cm atau kemungkinan tangan orang tidak bisa masuk," kata Sony menukil Kompas.com, Rabu (17/6/2026).
Sony juga menyarankan agar penumpang membuka kaca bagian depan atau sisi yang lebih jauh dari trotoar maupun kendaraan lain untuk mengurangi risiko kejahatan.
Selain itu, barang-barang seperti ponsel, dompet, tas, dan perangkat elektronik lainnya sebaiknya tidak diletakkan dekat jendela.
Penggunaan ponsel saat kendaraan berhenti di lampu merah atau terjebak kemacetan juga sebaiknya dihindari karena dapat menarik perhatian pelaku kejahatan.
Menurut Sony, kewaspadaan menjadi kunci utama untuk menghindari berbagai modus kejahatan di jalan raya.
"Kunci dari semua itu adalah selalu waspada, sekalipun komplotan pelaku menyajikan kenyamanan yang berlebihan," kata Sony.