GridOto.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku sejak 10 Juni 2026 memicu perubahan perilaku konsumen dalam menentukan pilihan kendaraan.
Kondisi tersebut membuat banyak pengguna kendaraan pribadi mulai menghitung ulang biaya mobilitas harian, mulai dari kebutuhan bekerja, mengantar keluarga, hingga perjalanan jarak jauh.
Melihat kondisi tersebut, Caroline.id mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih kendaraan, terutama bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan mobil bekas sebagai pilihan mobilitas yang lebih rasional.
Menurut Jany Candra, CEO PT Autopedia Sukses Lestari Tbk, perusahaan induk Caroline.id menyebut kenaikan harga BBM menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat saat membeli kendaraan.
"Kenaikan harga BBM membuat konsumen semakin berhitung. Saat ini, masyarakat tidak hanya mencari mobil dengan harga yang sesuai budget, tetapi juga kendaraan yang efisien, kondisinya terjamin, dan tidak menimbulkan biaya tambahan yang tidak terduga setelah pembelian," ujar Jany Candra dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).
Ia menilai mobil bekas masih menjadi alternatif yang relevan bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan pribadi dengan biaya lebih terjangkau dibandingkan membeli mobil baru.
Namun demikian, Jany menegaskan bahwa kualitas kendaraan dan transparansi kondisi unit menjadi faktor yang tidak boleh diabaikan konsumen.
"Mobil bekas yang berkualitas bisa menjadi solusi cerdas di tengah kondisi seperti sekarang. Tetapi konsumen perlu lebih teliti," ucapnya.
"Pastikan mobil sudah melalui inspeksi menyeluruh, memiliki riwayat yang jelas, dan dilengkapi perlindungan purna jual. Inilah yang terus kami dorong melalui Caroline.id," sambungnya.
Baca Juga: Bukan SUV, Mobkas Ini yang Paling Banyak Diburu Jelang Libur Panjang
Melihat tren tersebut, Caroline.id mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih kendaraan, khususnya bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan mobil bekas sebagai solusi mobilitas.
Selain itu, Caroline.id juga memberikan perlindungan melalui program Garansi 7G+ selama satu tahun yang mencakup tujuh komponen utama kendaraan, mulai dari mesin, transmisi, AC, rem, kelistrikan, penggerak hingga sistem kemudi.
Menurut Jany, kenaikan harga BBM seharusnya tidak hanya dilihat sebagai tambahan beban biaya, tetapi juga menjadi momentum bagi konsumen untuk lebih bijak dalam menentukan kendaraan yang sesuai kebutuhan.
"Konsumen perlu mempertimbangkan kendaraan berdasarkan pola penggunaan harian, kapasitas yang dibutuhkan, karakter mesin, hingga efisiensi operasionalnya. Dengan begitu, kendaraan yang dipilih bisa memberikan manfaat maksimal dalam jangka panjang," tutup Jany.