Mobil Listrik Xiaomi Lagi-lagi Terbakar, Baterai Disebut Bukan Jadi Pemicu

Ferdian - Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:30 WIB

Xiaomi SU7 terbakar di China

Pada mobil listrik modern, sistem manajemen baterai secara terus-menerus merekam berbagai data penting seperti tegangan sel baterai, suhu, status pengisian daya, hingga sinyal kerusakan.

Umumnya, kejadian thermal runaway ditandai dengan kenaikan suhu yang tidak normal atau munculnya peringatan pada sistem baterai.

Namun, menurut Xiaomi, tidak ada indikasi tersebut yang terdeteksi sebelum mobil terbakar.

Penyelidikan dari pihak pemadam kebakaran diharapkan dapat mengungkap apakah sumber api berasal dari kendaraan itu sendiri, faktor eksternal, kondisi jalan, kecelakaan, atau penyebab lainnya.

Melansir CarNewsChina, insiden di Nanchang ini menambah daftar kasus kebakaran kendaraan Xiaomi yang sebelumnya sempat menarik perhatian publik.

Pada Februari 2026, Xiaomi juga menanggapi kasus kebakaran lain yang melibatkan SU7.

Saat itu, hasil investigasi awal menunjukkan bahwa paket baterai bukan menjadi sumber api, sementara penyelidik masih memeriksa kemungkinan penyebab lainnya.

Baca Juga: Dulu Laku Ribuan Unit, Kini Penjualan Xiaomi SU7 Ultra Makin Tiarap

Kasus lain yang cukup menyita perhatian terjadi pada Oktober 2025, ketika Xiaomi SU7 Ultra terbakar setelah mengalami kecelakaan.

Dalam insiden tersebut, beberapa warga sempat berupaya melakukan penyelamatan sebelum mobil akhirnya dilalap api.

Berbeda dengan kejadian pada 2025 yang melibatkan tabrakan, dalam kasus terbaru di Nanchang, Xiaomi tidak menyebut adanya kecelakaan dan secara khusus menegaskan bahwa data kendaraan tidak menunjukkan tanda-tanda thermal runaway pada baterai sebelum kebakaran terjadi.

YANG LAINNYA