Pertamax Makin Mahal, Warga Solo Diprediksi Berbondong-bondong Cari Alternatif Ini

Ferdian - Jumat, 12 Juni 2026 | 18:30 WIB

Ilustrasi harga Pertamax

GridOto.com - Kenaikan harga Pertamax baru-baru ini turut berimbas ke berbagai lini.

Selain berpotensi meningkatkan konsumsi Pertalite, kenaikan harga Pertamax ini juga dinilai dapat mendorong sebagian masyarakat beralih menggunakan transportasi umum.

Komite Transportasi Center for Technology & Innovation Study (CTIS), Bambang Pujantiyo, menjelaskan dampak kenaikan harga Pertamax terhadap penggunaan angkutan umum memang tidak akan terjadi secara menyeluruh.

Namun, menurutnya, perpindahan pengguna kendaraan pribadi ke transportasi umum berpotensi terjadi pada kelompok masyarakat tertentu.

"Pastinya ada ya karena Pertamax jadi mahal, tapi untuk golongan tertentu," ujar Bambang menukil TribunSolo.

Di sisi lain, Bambang menilai dampak yang lebih cepat terlihat adalah meningkatnya konsumsi Pertalite.

Kondisi tersebut berpotensi memicu antrean lebih panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Baca Juga: Kenaikan Pertamax Buat Pemkab Lumajang Kewalahan, Kepala Dinas Diminta Pakai Mobil Pribadi

"Hanya saja penggunaan Pertalite akan lebih banyak, antreannya jadi lebih panjang. Yang perlu dikhawatirkan kuota untuk Solo mencukupi atau tidak, pemerintah harus memastikan itu," katanya.

Meski begitu, ia meyakini pemerintah telah memperhitungkan kebutuhan pasokan BBM subsidi sehingga kelangkaan tidak akan terjadi.

Namun, distribusi dan kuota per wilayah tetap perlu mendapat perhatian serius.

"Kalau langka sepertinya tidak, sudah ada pertimbangan harusnya. Hanya kuota per wilayah itu seperti apa, perlu antisipasi. Pemerintah tidak bisa diam saja. Jangan sampai antrean panjang dan sampai mengganggu lalu lintas," tegasnya.

Menurut Bambang, momentum kenaikan harga Pertamax dapat dimanfaatkan pemerintah untuk mendorong penggunaan transportasi umum.

Upaya tersebut bisa dilakukan melalui penambahan layanan maupun perluasan jangkauan trayek.

"Sekalian mempromosikan penggunaan transportasi umum. Masyarakat diberikan kemudahan. Bahkan kalau perlu jemput bola, menambah rute agar trayek lebih panjang menjangkau ke tempat yang demand-nya tinggi, mungkin trayek sementara," ujarnya.

Ia menambahkan, armada transportasi yang selama ini digunakan untuk keperluan wisata juga dapat dimanfaatkan sebagai solusi sementara apabila terjadi lonjakan kebutuhan angkutan masyarakat.

Baca Juga: Bau Menyengat dan Tekstur Lengket, Kenali Ciri Pertamax dan Pertalite Basi

"Angkutan wisata bisa dipakai juga untuk menghindari gejolak sosial," imbuhnya.

Selain penguatan transportasi umum, Bambang menilai pemerintah perlu mulai mempercepat transisi menuju kendaraan listrik.

Menurutnya, berbagai kemudahan dan insentif dapat diberikan agar masyarakat tertarik beralih ke kendaraan yang lebih hemat energi tersebut.

"Kemudian juga perlu ada regulasi agar memudahkan penggunaan kendaraan listrik. Masyarakat diberikan kemudahan, mungkin subsidi, menurut saya perlu," katanya.

Bambang melihat Solo memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan penggunaan kendaraan listrik karena didukung banyak perguruan tinggi yang memiliki fakultas teknik dan kemampuan pengembangan teknologi.

"Di Solo banyak universitas dengan fakultas teknik, mereka punya banyak produk kendaraan berbasis listrik, mungkin motor, becak, andong. Ini untuk jangka menengah, akademisi bisa menggalakkan produksi kendaraan berbasis listrik itu," ujarnya.

Menurutnya, jika transisi tersebut berjalan baik, Solo dapat menjadi salah satu daerah yang berhasil mengembangkan ekosistem transportasi ramah lingkungan.

"Masyarakat bisa mengganti kendaraan ke kendaraan listrik. Itu nanti malah bisa jadi contoh, Solo kota kecil sehingga penataannya lebih mudah," tandasnya.

YANG LAINNYA