Studi Maverick Indonesia dan Gridoto: Marketplace Geser Media Berita Sebagai Rujukan AI di Industri Otomotif

Irsyaad W - Rabu, 10 Juni 2026 | 15:35 WIB

Grafik pergeseran sumber rujukan AI di industri otomotif yang sebelumnya media berita kini menjadi platform marketplace

GridOto.com - Setahun terakhir, peran media berita telah digeser platform marketplace sebagai sumber rujukan AI dalam menjawab pertanyaan terkait industri otomotif Indonesia.

Temuan ini terungkap dalam studi terbaru yang dilakukan Maverick Indonesia dan GridOto.

Laporan bertajuk AI Citation Sources in Indonesia's Automotive Industry 2026 yang dirilis, (9/6/26) menunjukkan secara keseluruhan, sitasi AI dari earned media yang mencakup media berita dan platform marketplace meningkat dari 86,2% pada 2025 menjadi 90,7% pada 2026.

Temuan ini menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam cara AI memilih sumber informasi ketika menjawab pertanyaan konsumen.

Platform marketplace menjadi sumber yang paling sering dirujuk AI, dengan sitasi meningkat dari 26% menjadi 31,5%.

Sebaliknya, sitasi ke media berita menurun dari 33,8% menjadi 29,7%.

Temuan menarik lainnya adalah lonjakan sitasi ke media sosial, terutama YouTube, yang meningkat dari 0,75% menjadi 9,53%.

Studi ini menunjukan AI tidak lagi sekadar berfungsi sebagai alat pencari informasi, tetapi semakin berperan sebagai pendamping dalam pengambilan keputusan.

Ketika menjawab pertanyaan pengguna, AI cenderung merujuk sumber yang menyediakan informasi praktis dan relevan untuk proses pertimbangan pembelian, seperti ulasan produk, pengalaman pengguna, perbandingan fitur, spesifikasi, hingga informasi harga.

Salah satu kemungkinan yang turut berkontribusi terhadap tren ini adalah kemampuan platform marketplace dalam mengoptimalkan konten mereka untuk Generative Engine Optimization (GEO), yang memungkinkan informasi mereka lebih mudah ditemukan dan dirujuk oleh AI dibandingkan media berita.

Baca Juga: Bawa DNA Teknologi, Xpeng Nilai Pasar Indonesia Siap Adopsi Mobil Pintar

Studi ini menguji 50 prompt otomotif pada tiga platform AI utama yaitu ChatGPT, Perplexity, dan Google AI Overview.

Kelima puluh prompt tersebut mendapatkan total 1.800 respons AI dan 19.796 sumber rujukan yang dianalisis sepanjang periode 2025 hingga 2026.

Media Berita Masih Penting Walau AI Utamakan Konten yang Jawab Kebutuhan Audiens

Meski platform media berita masih menjadi sumber utama, AI semakin mengutamakan konten yang dapat menjawab langsung pertanyaan dan kebutuhan pengguna.

Studi menemukan jawaban AI kini lebih sering dipengaruhi oleh sumber dengan konten terstruktur, spesifik, dan bersifat evergreen seperti rekomendasi produk, ulasan mendalam, panduan pembelian, serta daftar pilihan dan perbandingan kendaraan berdasarkan anggaran.

Kredibilitas media berita tetap menjadi faktor utama bagi AI mengutipnya.

Oleh karena itu, media yang memberikan akses kepada AI crawler cenderung lebih mampu mempertahankan visibilitasnya dalam jawaban AI, sementara media yang membatasi akses berpotensi mengalami penurunan porsi sumber kutipan.

Perubahan ini menjadi semakin relevan seiring berkembangnya pencarian berbasis AI yang menyajikan jawaban secara langsung tanpa selalu mengarahkan pengguna ke situs sumber.

"Zero-click search menjadi mimpi buruk bagi seluruh pemilik website, termasuk media online. Namun di balik tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, terdapat peluang besar karena ini bukan sekadar tren, melainkan pergeseran besar perilaku konsumen," tutur Dian Gemiano, Chief Marketing Officer Kompas Group Media dari siaran resminya, (9/6/26).

"Beradaptasi terhadap perubahan ini menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis di ruang digital," sambungnya.

Baca Juga: Yadea Kenalkan Sistem Cerdas di Motor Listrik, Ada Fitur GPS Tracking

AI Mengubah Strategi Visibilitas Brand

Studi ini juga menemukan setiap platform AI memiliki pola yang berbeda dalam memilih sumber informasi.

ChatGPT lebih sering merujuk marketplace otomotif, sementara Google AI Overview menunjukkan peningkatan penggunaan sumber dari media sosial dan YouTube.

Di sisi lain, Perplexity menggunakan sumber yang lebih beragam dibandingkan kedua platform tersebut.

Temuan ini menunjukkan visibilitas brand di AI tidak lagi ditentukan oleh SEO, eksposur media semata, atau berfokus pada satu platform saja.

Brand otomotif harus mengimplementasikan komunikasi yang terarah dan selaras di berbagai platform.

Penting juga bagi brand untuk memahami bagaimana AI mengakses sumber informasi dari berbagai kanal
komunikasi.

"Sebagai komunikator, penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana AI bekerja karena pada akhirnya AI akan mengutip informasi-informasi yang brand keluarkan. Salah satu hal yang kami pelajari juga adalah AI akan mengutamakan sumber-sumber yang mempublikasikan informasi dan pesan yang selaras," terang Ong Hock Chuan, Founder dan Managing Partner Maverick Indonesia.

"Jika sebelumnya brand berlomba mengejar ranking SEO atau eksposur media, kita perlu mengubah strategi komunikasi dan semakin berada di posisi konsumen, yaitu dengan mengomunikasikan informasi yang menjawab pertanyaan konsumen," paparnya.

White paper AI Citation Sources in Indonesia’s Automotive Industry 2026 memberikan gambaran tentang bagaimana perilaku AI dalam merujuk sumber informasi terus berubah dan membentuk cara konsumen menemukan informasi, mempertimbangkan pilihan, hingga mengambil keputusan.

Seiring meningkatnya peran AI dalam perjalanan konsumen, strategi Generative Engine Optimization (GEO) menjadi semakin penting bagi brand, media, dan platform digital untuk membangun visibilitas dan relevansi di era AI.

YANG LAINNYA