GridOto.com - Tingginya kandungan lokal pada pelumas produksi PT Pertamina Lubricants (PTPL), ternyata tidak membuat produk sepenuhnya kebal terhadap gejolak ekonomi global.
Direktur Utama PT Pertamina Lubricants, Sigit Pranowo, mengungkapkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) pelumas Pertamina saat ini berada di kisaran 70 hingga 80 persen.
"Konten lokal pelumas Pertamina antara 70-80 persen. Bervariasi tergantung jenisnya karena masing-masing produk memiliki material yang berbeda-beda," ujar Sigit Pranowo di acara Free Oil Day di kantor Pusat Pertamina Jakarta, Sabtu lalu (6/6/2026).
Meski TKDN tinggi bukan berarti harga pelumas tidak terpengaruh oleh kondisi global.
Menurut Sigit, pelumas tetap memiliki keterkaitan erat dengan industri minyak bumi yang sangat dipengaruhi berbagai faktor eksternal.
Baca Juga: Libatkan 180 Siswa SMK, Pertamina Lubricants Ganti Oli Gratis 2.500 Motor Guru
"Pelumas ini kan turunan dari minyak bumi. Jadi minyak selalu terkena dampak dari kondisi global, baik geopolitik maupun pergerakan kurs," jelasnya.
Karena itu, kenaikan harga bahan baku maupun fluktuasi nilai tukar rupiah tetap memberikan tekanan terhadap biaya produksi pelumas, meskipun sebagian besar komponennya berasal dari dalam negeri.
Meski demikian, Pertamina Lubricants mengaku terus melakukan perhitungan agar dampak kenaikan biaya tersebut tidak terlalu membebani masyarakat atau konsumen.
Terkait kemungkinan harga oli kembali turun apabila kondisi global membaik, Sigit menyebut pihaknya akan terus memantau perkembangan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
"Kami terus mengamati harga-harga dan kurs. Nanti tentu akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan berikutnya," katanya.
Sigit juga mengingatkan bahwa masyarakat tidak hanya perlu melihat harga oli dari sisi nominal per liter.
Baca Juga: Bisa Tenang, Pertamina Pastikan Isu Mobil 1.400 Cc Dilarang Isi Pertalite Itu Hoaks
Menurutnya, pemilihan jenis pelumas juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan efisiensi penggunaan kendaraan.
"Pelumas itu variannya banyak, ada mineral dan ada sintetis. Kadang memang harganya lebih tinggi, tetapi interval penggantiannya lebih panjang sehingga bisa memberikan efisiensi," jelasnya.
Di tengah adanya penyesuaian harga pelumas, Pertamina Lubricants mengaku belum melihat adanya penurunan permintaan yang signifikan dari pasar.
"Sampai saat ini kebutuhan masyarakat masih normal. Kami juga berkomitmen menjaga ketersediaan stok baik di Pertamina, distributor maupun bengkel," ujar Sigit.
Selain itu, keberadaan fasilitas produksi base oil di dalam negeri juga menjadi keuntungan tersendiri bagi Pertamina dibanding merek pelumas impor.
"Dengan adanya produksi base oil di dalam negeri, jaminan pasokan bisa lebih terjaga. Namun kami tetap harus memantau perkembangan global karena industri ini tetap berkaitan dengan minyak bumi," tutupnya.