Terkait kemungkinan harga oli kembali turun apabila kondisi global membaik, Sigit menyebut pihaknya akan terus memantau perkembangan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
"Kami terus mengamati harga-harga dan kurs. Nanti tentu akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan berikutnya," katanya.
Sigit juga mengingatkan bahwa masyarakat tidak hanya perlu melihat harga oli dari sisi nominal per liter.
Baca Juga: Bisa Tenang, Pertamina Pastikan Isu Mobil 1.400 Cc Dilarang Isi Pertalite Itu Hoaks
Menurutnya, pemilihan jenis pelumas juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan efisiensi penggunaan kendaraan.
"Pelumas itu variannya banyak, ada mineral dan ada sintetis. Kadang memang harganya lebih tinggi, tetapi interval penggantiannya lebih panjang sehingga bisa memberikan efisiensi," jelasnya.
Di tengah adanya penyesuaian harga pelumas, Pertamina Lubricants mengaku belum melihat adanya penurunan permintaan yang signifikan dari pasar.
"Sampai saat ini kebutuhan masyarakat masih normal. Kami juga berkomitmen menjaga ketersediaan stok baik di Pertamina, distributor maupun bengkel," ujar Sigit.
Selain itu, keberadaan fasilitas produksi base oil di dalam negeri juga menjadi keuntungan tersendiri bagi Pertamina dibanding merek pelumas impor.
"Dengan adanya produksi base oil di dalam negeri, jaminan pasokan bisa lebih terjaga. Namun kami tetap harus memantau perkembangan global karena industri ini tetap berkaitan dengan minyak bumi," tutupnya.