GridOto.com - Kecelakaan fatal yang menimpa pengendara Yamaha NMAX dikarenakan kabel listrik terjadi di Madiun.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Nasional Madiun - Surabaya, tepatnya di Desa Tiron, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Selasa (2/6/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Seorang pemotor bernama Revi Shintia (18), warga Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun, meninggal dunia di lokasi kejadian.
Dugaan sementara, korban yang masih pelajar SMK tersebut meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan yang dipicu kabel listrik PLN yang putus dan menjuntai di badan jalan.
Kabel tersebut diduga tersangkut truk gandeng bermuatan tebu yang melintas dari arah Exit Tol Madiun menuju Kota Madiun.
Saat kejadian, korban yang mengendarai motor bernomor polisi AE 6788 HO melaju dari arah Kota Madiun menuju Exit Tol Madiun.
Pada saat bersamaan, sebuah truk gandeng bermuatan tebu melintas dari arah berlawanan.
Dari pantauan di lokasi, truk bernomor polisi AG 9506 UB tersebut membawa muatan tebu yang menjulang tinggi.
Baca Juga: Baru Kenal Lewat TikTok Nurut Diajak Mancing, Pemilik Yamaha NMAX 155 Ini Menyesal Berat
Kondisi kendaraan juga diduga masuk kategori Over Dimension Over Load (ODOL). Akibat insiden tersebut, aliran listrik di kawasan permukiman sekitar lokasi kejadian sempat padam.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun, Ipda Andika Cahyono, membenarkan adanya kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa tersebut.
"Memang benar terjadi sebuah kecelakaan di Jalan Madiun-Surabaya, tepatnya di Desa Tiron depan Indomaret Tiron pada hari Selasa tanggal 2 Juni 2026 sekitar pukul 21.00 WIB. Antara truk gandeng bermuatan tebu dengan Yamaha NMAX. Dalam kejadian tersebut mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang atau meninggal dunia dari pengemudi kendaraan N-Max tersebut," ujarnya.
Andika menjelaskan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara sementara, kecelakaan diduga bermula dari kabel listrik yang melintang di atas jalan dan tersangkut truk bermuatan tebu.
"Kendaraan N-Max berjalan dari selatan menuju utara, sedangkan truk bermuatan tebu berjalan dari utara menuju selatan," katanya.
Ia menambahkan, petugas menemukan indikasi adanya kabel yang terputus setelah terkena bagian muatan truk.
"Sementara yang kami temukan awal di lokasi, terkait sebuah kabel yang melintang yang terkena truk tersebut, akhirnya kabelnya putus dan terjatuh di jalan. Pada akhirnya menyebabkan terjadinya sebuah kecelakaan. Penyebab pasti dan kronologisnya masih kita dalami dalam rangka penyelidikan," jelas Andika.
Baca Juga: WNA China Babak Belur Digebuki Begal di Kabupaten Bandung, Yamaha NMAX dan 5 Pelaku Diamankan
Saat ditanya mengenai jenis kabel yang putus, Andika memastikan kabel tersebut merupakan jaringan listrik milik PLN.
"Kabel listrik PLN," tegasnya.
Terkait informasi yang beredar bahwa korban meninggal akibat tersengat arus listrik dari kabel yang putus, pihak kepolisian belum dapat memastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
"Sampai saat ini masih kita dalami. Nanti akan kami sampaikan kepada rekan-rekan semuanya, penyebab utama hilangnya nyawa seseorang tersebut disebabkan karena apa. Kami juga masih berkoordinasi dengan pihak rumah sakit," ungkapnya.
Sementara itu, mengenai dugaan pelanggaran terkait dimensi dan muatan truk tebu yang membawa muatan tinggi, Satlantas Polres Madiun juga masih melakukan pendalaman.
"Kalau memang truk tersebut melakukan kegiatan yang sekiranya melanggar ataupun muatannya melebihi kapasitas yang telah ditentukan, maka kita akan tetap melakukan tindakan sesuai prosedur," tandas Andika.
Hingga Selasa malam, petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk menelusuri apakah korban meninggal akibat benturan saat kecelakaan atau akibat tersengat aliran listrik dari kabel PLN yang putus setelah tersangkut muatan tebu truk tersebut.