"Orang ini langsung minta uang, dalihnya untuk tambahan uang makan rekan-rekan mereka," katanya.
Korban mengaku situasi saat itu cukup membuat dirinya dan rombongan merasa terintimidasi. Apalagi mereka berada di tengah kerumunan massa dan tidak mengenal kondisi sekitar. Ia juga mengaku mencium aroma minuman beralkohol dari pria tersebut.
Karena khawatir situasi semakin memanas, rombongan akhirnya memilih memberikan uang yang ada di kantong saat itu.
"Jadi kami kasih aja uang seadanya, sekitar Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu, biar urusannya cepat selesai," ujarnya.
Video rekaman dashcam tersebut kemudian diunggah ke media sosial dan menjadi viral. Pemilik akun berharap kasus yang dialaminya mendapat perhatian dari aparat penegak hukum dan pihak terkait.
"Kami mau kasus ini naik ke media biar ada atensi serius dari Polrestabes Bandung dan pihak-pihak berwenang terkait," tulisnya.
Namun tak berselang lama, si pelaku tersebut berhasil diamankan pihak kepolisian.
Pria yang sempat bergaya garang dan sok jagoan saat memalak pengendara mobil berpelat nomor B tersebut kini hanya bisa tertunduk lesu usai diringkus polisi.
Sambil memasang wajah menantang, sosok Demon terekam jelas oleh kamera ponsel milik korban.
Baca Juga: Muncul Modus Pemalakan Baru di GT Karawang Timur, Pelaku Sasar Kolong Mobil
"Pelaku sudah kami amankan di Polsek Coblong dan sekarang sudah dilakukan penyelidikan," ujar Kompol Riki Erickson, Minggu (31/5/2026).
Melansir Tribunjabar, Riki menjelaskan, dari hasil interogasi awal, pelaku melancarkan aksi nekatnya tersebut lantaran sedang berada di bawah pengaruh alkohol alias mabuk berat.
Ironisnya, uang hasil memeras pengendara mobil pelat B tersebut langsung digunakan oleh Demon untuk kembali menenggak minuman keras.
"Motifnya, pada saat momen euforia (Persib juara) tersebut mereka melakukan minum-minum bersama. Sehingga pada saat itu mungkin kekurangan uang atau bagaimana, mereka meminta uang untuk beli minuman lagi," ungkap Riki mendetail.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami pemeriksaan dan menetapkan Demon dengan status terperiksa.
Polisi juga belum bisa merinci total nominal uang yang berhasil dipalak pelaku karena sang sopir mobil pelat B belum membuat laporan resmi ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.