GridOto.com - PT Handal Indonesia Motor (HIM) bisa dibilang merupakan "rumah" buat sejumlah merek mobil Cina.
Pasalnya, di fasilitas PT HIM di Pondok Ungu dan Purwakarta, Jawa Barat, menjadi tempat perakitan sejumlah merek Cina.
"Sampai saat ini kami sudah merakit 10 merek mobil Tiongkok dan satu merek dalam negeri," jelas Jongkie D. Sugiarto, Presiden Komisaris PT HIM kepada GridOto.com saat peremian dealer Geely di BSD (22/5/2026).
Sampai Juni 2026 ini sejumlah merek Tiongkok atau Cina yang dirakit PT HIM antara Chery, Jaecoo, Neta, Aletra, Polytron, Jetour, Geely, Baic, Jetour, dan Xpeng.
Ternyata, tahun 2026 ini merek mobil yang akan dirakit oleh PT HIM masih akan bertambah.
Baca Juga: Nostalgia, Penampakan PT Handal Saat Masih Merakit Mobil Korea Selatan
"Merek baru, ada yang bisa saya sebut dan ada yang tidak bisa saya sebut karena saya terikat perjanjian kerahasiaan, yang bisa saya sampaikan adalah Ford dan Farizon," lanjut pria yang juga menjabat sebagai Ketua I Gaikindo ini.
Ford sudah ada di Indonesia sekitar 25 tahun, tapi pengelolanya sudah beberapa kali berganti.
Nah, saat ini Ford di Indonesia dipegang oleh RMA Group dan memasarkan tiga model, yaitu Ford Everest, Ranger, dan Mustang.
Sementara Farizon merupakan merek mobil dari Cina yang distribusinya di Indonesia dipegang oleh Arista Group.
Mobil perdana mereka adalah Farizon SV alias Super Van yang menyasar segmen komersial di Indonesia.
Baca Juga: PT Handal Indonesia Motor Bakal Rakit Mobil Listrik Geely EX5
"Masih ada beberapa lagi merek dari Tiongkok, tapi untuk kapan dan sebagainya belum bisa saya sebutkan," terang Jongkie.
Oh ya, sebelum menjadi rumah buat sejumlah merek mobil Cina, pabrik ini selama 28 tahun merakit Hyundai untuk dipasarkan di Tanah Air.
Pada periode 1995 sampai 2003 tersebut namanya masih PT Hyundai Mobil Indonesia (HIM).
Ada sejumlah model Hyundai yang pernah dirakit di pabrik ini seperti Hyundai Accent (1995), Atoz (2001), i20 (2009), H-1 (2010) sampai Grand Avega (2012).
Terakhir mereka merakit Hyundai pada Desember 2023, yaitu H-1 untuk pasar ekspor di wilayah Asia Tenggara.