GridOto.com - Salah satu peserta dari acara Barisan Sang Penguasa yang diadakan oleh redaksi GridOto adalah Suzuki Fronx SGX, ini adalah SUV kompak yang punya fitur dan teknologi yang terbilang komplet dan canggih!
Yang dites tepatnya Fronx SGX 2Tone AT, merupakan tipe tertinggi dari mobil yang dibekali mesin 1.500 cc 4 silinder berkode K15C yang bersistem mild hybrid, yang dijual dengan harga Rp 331,3 juta (OTR Jakarta).
Selain tampilan lebih keren dengan 2 warna, pilar pintu dan atapnya hitam, Fronx SGX 2Tone AT ini juga punya fitur yang lebih lengkap dibanding tipe GX apalagi GL.
Paling beda tentunya untuk varian SGX ini ada yang namanya Suzuki Safety Support (SSS), sesuai namanya fitur ini berhubungan dengan keselamatan, makanya jangan heran kalau harganya lebih mahal.
Sebagai perbandingan Fronx GX AT dibanderol Rp 303,2 juta, sedangkan Fronx GL AT Rp 275,5 juta (OTR Jakarta).
Kelebihannya apa saja yang didapat di Fronx SGX AT dengan adanya SSS?
Oke kita urut saja dari yang langsung terasa ketika menyetir, yaitu ada Head-Up Display (HUD), berupa mika transparan di bagian atas speedometer sejajar pandangan mata, yang bisa menampilkan berbagai info.
Dengan adanya HUD tentunya membuat momen menyetir jadi lebih aman, karena ketika perlu mengetahui kecepatan atau info lainnya, pandangan bisa tetap lurus ke depan, tanpa perlu melirik ke bawah ke arah speedometer yang posisinya tentu di balik kemudi.
Nah HUD ini bisa menampilkan banyak informasi, bukan hanya kecepatan dan putaran mesin, tapi juga posisi transmisi, konsumsi bahan bakar, kapasitas baterai lithium-ion, jam dan bahkan info ketika setingan AC diubah.
Untuk mengubah isi informasi, tinggal tekan tombol bertuliskan HUD di bagian sebelah kanan kolom setir. Posisi dan kecerahan tampilan HUD juga bisa disetel menggunakan tombol yang berlambang untuk menggeser ke atas dan ke bawah, letaknya di kiri tombol HUD.
Fitur dari bagian SSS berikutnya bisa langsung dilihat ketika memegang setir, di sini banyak tombol yang ketika diaktifkan juga berhubungan dengan keselamatan.
Pertama ada Adaptive Cruise Control (ACC) yang bekerja menggunakan sensor berupa milimetre-wave radar di bumper dan monocular camera yang terpasang di balik kaca depan.
Dengan adanya fitur ini mengendarai Fronx SGX khususnya ketika di tol akan sangat nikmat. Kaki kanan tidak perlu lagi menekan pedal gas maupun rem!
Karena tinggal aktifkan ACC dan kecepatan diatur sesuai kebutuhan, maka mobil akan melaju secara aman, jarak dan kecepatan dengan kendaraan di depannya bisa menyesuaikan sendiri.
Ketika jaraknya aman maka mobil melaju sesuai dengan kecepatan yang sudah diatur, namun jika jalanan padat maka kecepatan akan menurun dengan sendirinya sesuai dengan kecepatan kendaraan di depannya. Hasilnya pengendara lebih nyaman namun juga tetap aman.
Kenikmatan menggunakan ACC di tol semakin sempurna karena adanya fitur Lane Keep Assist (LKA), karena mobil bisa terus berjalan lurus dengan sendirinya mengikuti marka. LKA akan bekerja memposisikan mobil selalu di dalam jalurnya.
Jadi ketika jalurnya agak berbelok, meski setir tidak dibelokkan oleh sopir, maka LKA yang akan menggerakkan setir. Canggih kan!
Selain LKA, ada pula Lane Departure Warning, sistem peringatan jika kita berkendara keluar dari jalur. Jadi misal tiba-tiba kita berpindah jalur, maka ada bunyi dari area speedometer serta ada tanpa peringatan yang muncul.
Termasuk juga ada Lane Departure Prevention (LDP), fungsinya akan mengoreksi kemudi ketika mobil hampir keluar jalur.
Ada pula fitur bernama Vehicle Swaying Warning, ini peringatan yang muncul ketika mobil berjalan tidak stabil atau goyang-goyang, yang menandakan pengendara kurang konsentrasi, sehingga juga akan muncul peringatan berupa suara dan getaran di setir.
Dengan berbagai macam fitur aktif yang berhubungan dengan laju dan setir, maka jangan heran menyetir Fronx SGX ini akan sering merasakan setir seperti gerak sendiri, atau malah kadang seakan melawan.
Terus terang saat pertama menyetir agak kaget! Hahaha....
Berikutnya ada pula fitur Dual Sensor Brake Support (DSBS) II, yang kerjanya membantu ACC dalam mempertahankan kecepatan dan jarak dengan kendaraan di depannya, ketika terbaca semakin dekat maka DSBS II akan melakukan pengereman.
Fitur DSBS II ini juga bisa memberikan peringatan ketika ada potensi terjadi tabrak depan, dengan muncul peringatan suara dan lambang di speedometer, kemudian akan memberikan brake assist atau bantuan mengerem jika kaki menekannya kurang kuat, bahkan juga bisa melakukan pengereman otomatis.
Namun terus terang, untuk yang terakhir ini selama test drive belum berani mencobanya, hahaa...
Sistem keselamatan di Fronx SGX juga dilengkapi dengan fitur Blind Spot Monitoring (BSM), berupa peringatan ketika ada kendaraan lain di area samping yang tak terlihat di spion, berupa suara dan tanda lampu yang menyala bagian spion, sehingga bisa terhindar dari potensi senggolan saat berpindah jalur.
Bukan hanya di jalan, fitur SSS juga ada yang bekerja ketika di parkiran.
Paling utama ada Rear Cross Traffic Alert (RCTA), yang akan mendeteksi adanya kendaraan yang melintas ketika kita berjalan mundur dari parkiran, sehingga potensi terjadi tabrakan belakang bisa dicegah.
Peringatannya muncul di speedometer ditambah suara dan lampu yang di spion.
Mengendarai Fronx SGX makin aman ketika keluar maupun masuk parkiran, karena dibekali Around View Monitor, sehingga bisa langsung terlihat obyek di sekeliling mobil.
Bisa memperlihatkan kondisi depan, belakang maupun samping kanan dan kiri. Hanya saja memang sayangnya kualitas gambar yang ditampilkan kurang jernih, dan hanya bisa aktif saat kecepatan rendah.
Kemudian jika dari gambar saja masih kurang yakin, masih ada 4 buah Parking Sensor yang bekerja secara ultrasonik, yang terpasang di bumper depan dan belakang.
Berikutnya yang juga bagian dari SSS ada High Beam Assist (HBA), yang jika kendaraan mendeteksi ada sorot lampu dari arah berlawanan, maka ketika lampu jauh sedang dinyalakan akan otomatis pindah ke lampu dekat, agar tidak membuat silau.
Setelah kendaraan lewat dan terbaca di depannya kosong atau gelap, maka lampu jauh otomatis akan aktif lagi.
Oiya sorot lampunya tentu saja putih, dan ketebalan cahayanya sedang saja. Bukan yang redup namun juga bukan yang sangat terang. Di Fronx SGX ini juga sudah ada pilihan setingan lampu yang bisa menyala secara otomatis.
Satu lagi yang juga termasuk dalam SSS adalah Hill Hold Control, dengan adanya fitur ini ketika berhenti di tanjakan dan akan maju lagi tidak perlu khawatir mobil akan mundur, karena secara otomatis akan ditahan selama 2 detik. Sehingga memudahkan ketika kaki berpindah dari tuas rem ke pedal gas.
Itu saja? Ternyata tidak! Fitur safety standar lainnya juga ada banyak! Yang pertama ada 6 buah airbag, yaitu dual front airbag di balik setir dan dasbor sebelah kiri, juga side and curtain airbag, yaitu di bagian samping kedua jok depan dan sepanjang pilar atas dari depan sampai belakang.
Selanjutnya di bagian rangka ada Total Effective Control Technology, yang membuat bobot rangka ringan dan dirancang mampu menyerap atau meredam energi ketika terjadi benturan saat apes tabrakan.
Berikutnya tentu ada fitur safety yang sudah umum di kendaraan masa kini, yaitu Seatbelt Pretensioners, Isofix, Pedestrian Safety, Immobilizer & Security Alarm System, ABS, dan juga ada Electronic Stability Program yang secara otomatis bisa mengambil alih tenaga mesin dan rem ketika melakukan manuver tajam sehingga tidak tergelincir.
Wah komplet banget ya!