Muat Lima Penumpang dan Punya Powertain Listrik Buas, Inilah Ferrari Luce

Naufal Nur Aziz Effendi - Kamis, 28 Mei 2026 | 13:30 WIB

penampakan Ferrari Luce, EV lima penumpang dengan powertrain buas

GridOto.com - Kita resmi memasuki era otomotif baru di mana pabrikan yang terkenal dengan supercar eksotis, kini mulai memproduksi mobil listrik (EV). Inilah Ferrari Luce.

Kehadirannya juga menggemparkan publik karena mereka menciptakan sesuatu yang belum diproduksi sebelumnya, EV empat pintu, lima penumpang, dengan powertrain buas.

Empat motor penggerak listrik pada EV ini menghasilkan daya setara 1.035 dk (772 kW / 1.050 PS), mampu melesatkan Ferrari Luce dari 0–100 km/jam hanya dalam 2,5 detik.

Melansir dari Carscoops, Luce yang artinya “cahaya” dalam bahasa Italia, juga diklaim bukan sekadar EV Ferrari biasa.

Pabrikan asal Maranello itu menyebutnya sebagai “Ferrari 360°”, produk baru yang ditujukan untuk memperluas brand tanpa menggantikan model mesin bakar atau hybrid.

Karena itu, mobil ini bukan supercar. Berkat arsitektur EV, ini adalah Ferrari pertama dalam sejarah yang bisa membawa pengemudi dan empat penumpang sekaligus.

Menariknya lagi, Ferrari Luce hampir sepenuhnya dirancang oleh LoveFrom, studio milik Jony Ive dan Marc Newson setelah mereka meninggalkan Apple.

Ferrari menyebut mobil ini mengusung konsep “glass house” ultra bersih dengan sayap aerodinamika depan dan belakang yang tampak melayang.

Ferrari
detail tampilan Ferrari Luce

Baca Juga: Ferrari Siap Beri Kejutan, Siapkan Senjata Listrik Bernama Luce

Tanpa logo Ferrari, banyak orang mungkin sulit mengenali mobil ini sebagai bagian dari brand Kuda Jingkrak.

Di bagian depan, Luce memiliki sayap besar dan area kap sekunder berwarna hitam mengilap, menciptakan kombinasi dua warna yang masih terasa “Ferrari modern”.

Mobil ini menggunakan pelek raksasa 23 inci di depan dan 24 inci di belakang, diklaim sebagai terbesar yang pernah dipasang pada Ferrari produksi massal.

Ferrari
bagian belakang Ferrari Luce

Detail lainnya berupa penggunaan door popper ala Tesla Cybertruck dan pintu belakang model suicide door yang sukses menambah kesan futuristik.

Bagian belakang lebih menarik lagi. Sekilas tampak seperti sedan, tetapi seluruh panel belakang terbuka seperti hatchback, dengan kaca belakang menyatu pada pintu bagasi.

Dari sisi interior, detailnya tampak kalem, tampak berbeda dibanding gaya khas Ferrari yang kental nuansa supercar agresif.

Setir dibuat dari aluminium daur ulang dan terhubung dengan panel instrumen bergerak yang mengikuti posisi setir agar informasi tetap berada di garis pandang pengemudi.

Ferrari
tampilan dasbor Ferrari Luce

Baca Juga: Bukan Editan, Motor Seharga Rp 8 M Ini Gendong Mesin V8 Ferrari

Ferrari juga tetap mempertahankan kontrol fisik seperti tombol dan dial, berdampingan dengan layar OLED khusus.

Ada sentuhan unik khas Ferrari: kunci mobil menggunakan Corning Gorilla Glass dan teknologi E Ink, serta memicu animasi startup berwarna kuning Ferrari di kabin.

Fitur lain termasuk kursi pijat opsional, kontrol penumpang belakang, dan sistem audio 21 speaker 3.000 watt.

Soal performa, bobotnya mencapai 2.260 kg, bisa dibilang cukup berat untuk standar EV modern.

Ferrari
interior Ferrari Luce punya kesan kalem

Namun Ferrari mengklaim baterai rendah, konfigurasi empat motor, torque vectoring, dan layout kendaraan membuat responsnya setara mobil yang 400 kg lebih ringan.

Mobil ini juga memiliki sistem torque shift unik untuk menghadirkan sensasi engine braking ala mobil sport.

Empat motor listriknya diadaptasi dari supercar Ferrari F80, menghasilkan total output dengan daya setara 1.035 dk.

Baterainya berkapasitas 122 kWh dengan arsitektur 800V, mampu mengisi hingga 70 kWh dalam 20 menit dengan fast charger 350 kW.

Ferrari
konfigurasi pintu Ferrari Luce

Paket baterai juga berfungsi sebagai struktur rangka, meningkatkan kekakuan bodi secara signifikan.

Kabarnya, Ferrari akan membuka pemesanan di Eropa akhir tahun ini dengan harga sekitar €520.000 atau setara Rp 10,8 miliar (kurs €1 = Rp 20.730 per 28 Mei 2026).

YANG LAINNYA