Tapi beberapa detail dof, seperti spion, panel setang, lis bodi depan dan behel belakang.
Kroom satin juga unik dan bisa ditemukan pada ring lampu depan-belakang, kelir ini membuat tampilan secara keseluruhan jadi lebih klasik.
Perbedaan lainnya ada pada pelek depan belakang yang desainnya baru terinspirasi dari pelek Vespa klasik. Makanya, di bagian tengah desainnya lebih tertutup.
Warnanya sama seperti bodi dengan finishing bibir pelek dibuat polish yang kinclong.
Emblem 80 tahun ada di bodi depan dan di tutup laci bawah setang. Warna sticker timbul 3D ini keren juga, silver dof bikin tampilan keseluruhan makin tampak klasik.
Panel plastik kasar di bawah setang bagian belakang, handle grip setang, cover jok dan karet-karet dek pijakan menggunakan warna abu-abu kehijauan.
Bagaimana impresi mengendarainya? Posisi duduk sampai tarikan awalnya identik Vespa Sprint dan Primavera 180 I-GET ABS. Respon di putaran awal terasa lebih responsif dibanding mesin 150 cc.
Spesifikasi mesin I-GET satu silinder SOHC 3 klep, berpendingin udara dan piston baru yang diameternya sedikit lebih besar yaitu 61,5 mm, sebelumnya hanya 58 mm, sedang langkah pistonnya masih sama yaitu 58,6 mm.
Hal ini membuat ruang bakarnya meningkat dari 154,8 cc jadi 174,1 cc.
Performanya jelas meningkat, tenaganya naik 24% dari 11,9 @ 7.250 rpm dk jadi 14,75 hp @ 8.250 rpm. Sedang torsi maksimalnya naik 8% dari 12,7 Nm @ 5.750 rpm jadi 13,7 Nm @ 6.500 rpm.
Masuk Indonesia jadi berapa harganya? Di Tanah Air Vespa Primavera 80th Anniversary dijual Rp 63,3 juta. Sedang Vespa Sprint 80th Anniversary dilepas Rp 66,8 juta. Semuanya on the road Jakarta.