Efeknya, AC jadi kurang dingin meski blower masih terasa kencang.
Bahkan dalam kondisi lebih parah, kompresor AC bisa bekerja lebih berat akibat tekanan sistem meningkat.
“Kalau panas tidak terbuang sempurna, kompresor dipaksa bekerja lebih keras. Ini bisa memperpendek usia pakai kompresor,” jelas Hariadi.
Selain membuat kabin kurang sejuk, beban kerja AC yang terlalu berat juga bisa berdampak pada konsumsi bahan bakar kendaraan.
Untuk mencegah masalah tersebut, pemilik mobil disarankan rutin membersihkan area kondensor saat mencuci mobil.
Caranya cukup menyemprot bagian gril depan menggunakan air bertekanan sedang untuk membantu merontokkan debu dan kotoran yang menempel.
Namun, pemilik kendaraan diminta tidak menggunakan semprotan tekanan tinggi karena berisiko membengkokkan sirip aluminium pada kondensor.
Selain itu, kondisi extra fan juga perlu dicek secara berkala karena berfungsi membantu pendinginan saat mobil berhenti atau terjebak macet.
Jika kondisi kondensor sudah terlalu kotor atau banyak sirip yang bengkok, penanganannya disarankan dilakukan di bengkel resmi agar tidak merusak komponen.
“Dalam cuaca yang sangat panas, AC yang dingin adalah hal pertama yang paling dibutuhkan di dalam mobil. Karena itu pengecekan sistem AC secara menyeluruh penting dilakukan agar perjalanan tetap nyaman,” tutup Hariadi.