MotoGP Panas, Regulasi Ini Bikin Pembalap Kini Tak Mau Lepas Motor Saat Crash

Ferdian - Jumat, 15 Mei 2026 | 20:00 WIB

Ilustrasi pembalap MotoGP

GridOto.com - MotoGP baru-baru ini memberlakukan regulasi keselamatan baru terkait prosedur motor yang mati usai mengalami kecelakaan di lintasan.

Namun, aturan tersebut justru mendapat beragam kritik karena dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan serius bagi para pembalap.

Melansir RideApart, motor yang mesinnya mati usai terjatuh kini wajib dipindahkan lebih dulu ke service road sebelum bisa dinyalakan kembali.

Sebelumnya, marshal masih diperbolehkan membantu pembalap melakukan push start di tepi lintasan supaya motor bisa kembali digunakan.

Perubahan aturan ini dibuat untuk mengurangi risiko bagi marshal yang berada di area balap saat sesi masih berlangsung.

Meski begitu, dampak di lintasan justru memunculkan kekhawatiran baru.

Pembalap kini cenderung berusaha keras menjaga mesin tetap hidup ketika terjatuh agar tidak kehilangan waktu dan tetap bisa melanjutkan sesi.

Kabarnya, keputusan ini dipicu insiden yang dialami Alex Rins di GP Mandalika 2025.

Baca Juga: Nyaris Podium Malah Crash di MotoGP Prancis, Pecco Bagnaia Ngotot Salahkan Motornya

Saat sesi kualifikasi, Rins mengalami crash dan membutuhkan waktu cukup lama sebelum motor Yamahanya bisa kembali menyala dengan bantuan marshal.

Situasi tersebut dianggap berbahaya karena marshal harus berada terlalu lama di area lintasan aktif.

Efek dari regulasi baru mulai terlihat di GP Prancis di Le Mans.

Pembalap rookie Fermin Aldeguer sempat menunjukkan aksi berisiko saat terjatuh di sesi latihan.

Ia terlihat tetap memeluk motor Ducati miliknya sambil terseret di lintasan demi mempertahankan kopling agar mesin tidak mati.

Aksi seperti itu dianggap sangat berbahaya karena motor dan pembalap masih bisa meluncur ke racing line saat pebalap lain melaju dengan kecepatan tinggi.

Banyak pihak menilai situasi tersebut mengingatkan pada kecelakaan fatal yang pernah menimpa Marco Simoncelli, ketika motor yang kehilangan kendali kembali masuk ke jalur balap dan memicu insiden tragis.

Kondisi paling rawan diperkirakan terjadi saat sesi kualifikasi.

Baca Juga: Hasil MotoGP Prancis 2026, Jorge Martin Sangar, Pembalap Lenovo Ducati Fail Semua

Dengan waktu yang terbatas, para pembalap akan berusaha semaksimal mungkin agar motor tetap hidup sehingga bisa langsung kembali ke trek tanpa harus menuju service road.

Apalagi, jumlah crash saat kualifikasi biasanya lebih tinggi dibandingkan balapan utama.

Jika pembalap terus terdorong mempertahankan motor ketika jatuh demi mengejar waktu, potensi kecelakaan beruntun dinilai bisa semakin besar.

Karena itu, sejumlah pihak menilai otoritas MotoGP perlu mengevaluasi kembali aturan tersebut.

Tujuan awal untuk melindungi marshal memang penting, tetapi regulasi baru ini dikhawatirkan justru memunculkan risiko lain yang lebih berbahaya bagi keselamatan pebalap di lintasan.

YANG LAINNYA