Ekonomi Belum Stabil, Pilih Mobil Baru atau Bekas? Ini Penjelasannya

M. Adam Samudra - Jumat, 15 Mei 2026 | 16:30 WIB

Sebagai platform jual beli mobil bekas online to offline, Caroline.id menghadirkan proses pembelian yang lebih aman dan transparan.

GridOto.com - Kondisi ekonomi yang masih bergerak dinamis membuat masyarakat semakin selektif saat membeli kendaraan.

Mobil kini tidak lagi sekadar simbol kepemilikan, melainkan sudah menjadi kebutuhan mobilitas yang harus disesuaikan dengan kondisi finansial, biaya perawatan, hingga nilai penggunaan jangka panjang.

Perubahan perilaku konsumen ini juga tercermin dari data GAIKINDO.

Sepanjang 2025, penjualan retail mobil nasional tercatat sebanyak 833.692 unit atau turun 6,3 persen dibanding tahun sebelumnya.

Situasi tersebut membuat mobil bekas semakin dilirik karena dianggap lebih rasional dan sesuai kebutuhan konsumen saat ini.

Dengan budget yang sama, konsumen bisa mendapatkan mobil dengan segmen lebih tinggi, fitur lebih lengkap, hingga tahun produksi yang masih relatif muda dibanding membeli mobil baru di kelas lebih rendah.

CEO PT Autopedia Sukses Lestari Tbk selaku induk Caroline.id, Jany Candra mengatakan, saat ini konsumen semakin mempertimbangkan aspek finansial sebelum membeli mobil.

“Di tengah kondisi ekonomi yang penuh pertimbangan, konsumen menjadi lebih rasional dalam membeli mobil. Mereka tidak hanya bertanya mobil apa yang ingin dibeli, tetapi juga apakah keputusan tersebut aman untuk cash flow keluarga,” ujar Jany melalui keterangan resminya, Jum'at (15/5/2026).

Istimewa
Sebagai platform jual beli mobil bekas online to offline, Caroline.id menghadirkan proses pembelian yang lebih aman dan transparan.
Menurutnya, mobil bekas kini menjadi opsi yang relevan karena menawarkan keseimbangan antara kebutuhan, harga, fitur, dan biaya kepemilikan.

Baca Juga: Daftar Harga Mobil Bekas Toyota Avanza Veloz 2014, Tipe A/T Menggoda

Meski mobil baru masih memiliki daya tarik dari sisi teknologi terkini serta garansi resmi pabrikan, namun harga beli yang lebih tinggi serta depresiasi pada tahun-tahun awal menjadi pertimbangan tersendiri.

YANG LAINNYA