"Bahkan di masternya sering sudah banyak ditemukan lumpur," tambahnya.
Baca Juga: Punya Rem ABS dan Panel Digital, Suzuki Smash Baru Tampil Sporty Plus Canggih
Penyebabnya karena minyak rem mempunyai sifat higroskopis atau menyerap air dari lingkungan sekitar.
Sedangkan kandungan air dalam minyak rem bersifat merusak.
Baik menurunkan suhu atau titik didih, hingga memicu timbulnya korosi pada komponen pengereman berbahan logam.
Titik didih yang menurun membuat minyak rem jadi lebih mudah mendidih saat terjadi pengereman.
Hal ini bisa menjadi pemicu rem blong yang berbahaya.
"Yang sering kejadian modul ABS jadi karatan," kata Dicky.
"Diperparah dengan rusaknya sil, sehingga minyak rem tembus ke bagian dinamo (akutator) sampai ke papan IC Board dan merusaknya," tambahnya,
Untuk menghindari hal itu, pemilik motor yang sudah menggunakan rem ABS untuk mempercepat usia pemakaian minyak rem.
"Oleh karena itu, saya sering sarankan ke konsumen untuk mengganti minyak rem per 6 bulan," tuturnya saat ditemui di Pabuaran, Cibinong, Bogor, Jawa Barat.