GridOto.com - Ambisi Francesco "Pecco" Bagnaia untuk memutus tren negatif balapan hari Minggu di MotoGP Prancis 2026 harus berakhir di atas gravel.
Meski memulai laga dari pole position dan sempat merosot ke urutan lima, murid Valentino Rossi ini sebenarnya menunjukkan mental juara dengan berhasil merangsek kembali ke posisi kedua.
Namun, saat sedang membayangi Marco Bezzecchi dan berpeluang besar mengamankan podium perdananya di balapan utama musim ini, petaka datang pada lap ke-16 yang memaksanya tersingkir lebih awal.
Alih-alih mengakui adanya kesalahan dalam cara membalapnya, Pecco menegaskan bahwa insiden di tikungan pertama Sirkuit Le Mans tersebut dipicu oleh kendala teknis pada motornya.
Ia mengaku mulai kehilangan feel dan kepercayaan diri pada bagian depan Desmosedici miliknya sejak tujuh putaran sebelum kecelakaan terjadi.
Masalah spesifik yang dialami tim pabrikan Ducati ini diklaim mirip dengan apa yang menyebabkan Pecco terjatuh pada seri sebelumnya di GP Spanyol.
"Kami mendapat sedikit masalah, di setiap lapnya aku merasa kehilangan feeling pada bagian depan motor, sehingga sulit mempertahankan kecepatan yang sama," ungkap Bagnaia dikutip dari Crash.net.
"Kami tahu alasan kenapa aku bisa jatuh, pasti tim bisa mengatasinya, tapi itu bukan disebabkan human error," tegas Pecco Bagnaia.
Pembalap asal Italia ini menambahkan bahwa kegagalan finis kali ini bukan karena tekanan dari rival, melainkan karena motor yang tidak bisa diajak berkompromi untuk berbelok sesuai keinginannya.
Baca Juga: Hasil MotoGP Prancis 2026, Jorge Martin Sangar, Pembalap Lenovo Ducati Fail Semua
Bagnaia merasa sudah bekerja maksimal sepanjang akhir pekan, terbukti dengan raihan pole position dan performa kompetitif di sesi sprint race.
Baginya, kecelakaan ini adalah murni faktor eksternal yang sudah dipetakan penyebabnya oleh tim teknis Ducati.
"Masalah ini terjadi sekitar tujuh lap terakhir dan sayangnya itu makin parah hingga aku tidak bisa berbelok seperti yang aku inginkan. Tapi kami tahu persis penyebab aku jatuh, dan itu sangat membantu," paparnya.
Meski pulang dengan tangan hampa dan harus melihat Aprilia menyapu bersih podium, Pecco tetap optimis menatap seri Catalunya akhir pekan depan.
Tanpa kehadiran rekan setimnya, Marc Marquez, yang harus menjalani operasi di Madrid, beban untuk mengembalikan kejayaan Ducati kini sepenuhnya ada di pundak Pecco.
Ia berharap timnya bisa melakukan langkah besar untuk bisa mengimbangi, atau bahkan melampaui performa Aprilia yang saat ini sedang berada di atas angin.