Bagnaia merasa sudah bekerja maksimal sepanjang akhir pekan, terbukti dengan raihan pole position dan performa kompetitif di sesi sprint race.
Baginya, kecelakaan ini adalah murni faktor eksternal yang sudah dipetakan penyebabnya oleh tim teknis Ducati.
"Masalah ini terjadi sekitar tujuh lap terakhir dan sayangnya itu makin parah hingga aku tidak bisa berbelok seperti yang aku inginkan. Tapi kami tahu persis penyebab aku jatuh, dan itu sangat membantu," paparnya.
Meski pulang dengan tangan hampa dan harus melihat Aprilia menyapu bersih podium, Pecco tetap optimis menatap seri Catalunya akhir pekan depan.
Tanpa kehadiran rekan setimnya, Marc Marquez, yang harus menjalani operasi di Madrid, beban untuk mengembalikan kejayaan Ducati kini sepenuhnya ada di pundak Pecco.
Ia berharap timnya bisa melakukan langkah besar untuk bisa mengimbangi, atau bahkan melampaui performa Aprilia yang saat ini sedang berada di atas angin.