“Kalau aditif itu lebih karena masalah (kurs) US-nya," paparnya .
Meski tekanan cukup besar, Oky mengklaim pihaknya masih mampu menjaga pasokan agar tetap aman hingga beberapa waktu ke depan.
“Tapi alhamdulillah juga TOP 1 dalam hal ini kami cukup siap. Prediksi kami sih mudah-mudahan sampai dengan akhir tahun kita tidak ada apapun ya, dalam artian tidak ada satu hal yang bisa membuat kita khawatir tidak bisa men-supply customer,” lanjutnya.
Rahman menambahkan, kesiapan tersebut ditopang oleh kondisi internal perusahaan yang dinilai cukup kuat, mulai dari sisi keuangan hingga dukungan manajemen.
“Karena secara prinsip, dari segi cash flow, dari segi capital, dan juga dari segi support manajemen juga cukup kuat dalam hal memastikan supply bahan bakunya tetap ada,” katanya.