GridOto.com - Baru-baru ini Pemerintah Malaysia dikabarkan sedang mengkaji penurunan pajak jalan untuk kendaraan diesel guna meringankan beban pengguna, tanpa mengorbankan penerimaan negara.
Melansir New Straits Times, Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, mengatakan bahwa proposal tersebut masih dalam tahap peninjauan.
Ia menekankan pentingnya pendekatan yang seimbang, mengingat sebagian pemilik kendaraan diesel sudah menikmati subsidi bahan bakar yang bersifat terarah.
“Perlu ada keseimbangan, karena sebagian masih menikmati harga bahan bakar bersubsidi. Kita perlu mencari cara terbaik untuk membantu mereka yang tidak mendapat subsidi, salah satunya melalui penurunan pajak jalan,” ujarnya.
Meski begitu, Loke mengingatkan bahwa kebijakan penurunan pajak jalan akan berdampak pada pendapatan pemerintah, sehingga perlu dipertimbangkan secara matang.
Baca Juga: Banten Permudah Warga, Bayar Pajak Kendaraan Kini Tak Perlu KTP Pemilik Awal
Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim juga menyampaikan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan langkah tersebut untuk meredam dampak kenaikan harga bahan bakar.
Ia menjelaskan bahwa menurunkan harga bahan bakar saat ini bukan pilihan yang realistis, karena beban subsidi cukup besar, mencapai sekitar RM7 miliar per bulan.
Pemerintah pun akan tetap mempertahankan skema subsidi terarah untuk bensin RON 95, dengan alasan harga bahan bakar di Malaysia masih relatif lebih rendah ketimbang banyak negara penghasil minyak lainnya.
Di sisi lain, Malaysian Institute of Economic Research sebelumnya mengusulkan agar subsidi bensin RON 95 dikurangi secara bertahap.
Dana yang dihemat dari kebijakan tersebut disarankan untuk dialihkan ke subsidi diesel guna mendukung sektor usaha.
Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji kemungkinan penggunaan mekanisme MyKad untuk penyaluran subsidi diesel secara lebih tepat sasaran. Skema ini serupa dengan program Budi Madani yang saat ini digunakan untuk penyaluran subsidi bensin RON 95.