Enggak ketinggalan lihat sekeliling ban, bila terdapat retakan halus maupun yang sudah parah juga sangat berbahaya bila terus digunakan.
Retakan halus ini biasanya diakibatkan karena umur ban yang sudah di atas 2 tahun yang membuat ban sudah tidak elastis.
2. Tekanan Angin Ban
Tekanan angin di dalam ban sangat penting untuk diperhatikan agar kondisi ban tetap aman saat dipakai sepanjang jalan.
"Angin ban yang berlebih bisa menyebabkan ban over pressure atau tekanan berlebih," ucapnya lagi.
Dalam keadaan panas, tekanan angin ban akan memuai dan bisa menyebabkan tekanan berlebih.
Tekanan ban bisa naik 3-4 Psi saat dalam keadaan panas.
Jadi ada baiknya pastikan tekanan angin ban sesuai standar yang sudah diatur oleh pabrikan agar mencegah ban over pressure.
3. Perikasa TWI (Tread Wear Indicator)
Bila melihat ada tanda seperti segitiga di dinding ban itu merupakan TWI (Tread Wear Indicator).
TWI ini menunjukkan posisi garis tebal yang terletak persis di kedua sisi kembangan ban.
"Kalau garis TWI ini sudah tersentuh, ini menandakan kembangan ban sudah semakin menipis," tutupnya.
Ada baiknya lakukan penggantian bila kondisi TWI sudah tersentuh oleh aspal.
Ban yang terlalu tipis tidak hanya mudah meledak, namun ban yang tipis bisa menyebabkan ban menjadi lebih licin terutama saat kondisi hujan.
Baca Juga: Ternyata Ini Fungsi Pelat Kecil Yang Ada Di Kampas Rem Mobil Bekas