Baca Juga: Jaecoo J5 EV Punya Fitur Parkir Paralel, Begini Cara Mengaktifkannya
Dalam pengujian kali ini, VPD akan diterapkan pada model Jaecoo J5 SHS-H, Jaecoo J7 SHS-P, serta OMODA 7 SHS-P.
Evaluasi dilakukan melalui beberapa skenario yang merepresentasikan kondisi parkir nyata.
Pertama, skenario remote summon, di mana mobil diuji untuk keluar dari area parkir dan bergerak secara otonom menuju titik penjemputan melalui aplikasi.
Sistem akan mendeteksi berbagai hambatan seperti pejalan kaki, kendaraan lain, hingga objek statis, lalu menyesuaikan jalur secara real-time.
Kedua, skenario auto valet parking, yakni kendaraan mencari ruang parkir sendiri setelah ditinggal pengguna, lalu melakukan parkir secara mandiri dan presisi hingga berhenti di posisi optimal, sekaligus mengunci kendaraan secara otomatis.
Ketiga, skenario perbandingan antara manusia dan sistem (human vs machine).
Pengujian ini membandingkan kemampuan VPD dengan pengemudi berpengalaman dalam kondisi parkir sulit, seperti ruang sempit atau posisi buntu, dengan fokus pada efisiensi waktu, jumlah koreksi kemudi, serta hasil akhir parkir.
Melalui pengembangan VPD, Omoda Jaecoo berupaya menjawab tantangan parkir yang kerap dihadapi pengguna, sekaligus memperkuat peran teknologi dalam ekosistem mobilitas cerdas.
Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi kompleksitas parkir dan mendukung sistem mobilitas yang lebih efisien di masa depan.
Meski demikian, VPD dirancang khusus untuk area parkir tertutup dan tidak digunakan di jalan umum.
Pengguna tetap diminta memperhatikan kondisi sekitar serta siap mengambil alih kendali kendaraan bila diperlukan.
Rencana ke depan, Omoda Jaecoo akan terus mengembangkan teknologi cerdas, termasuk pada sektor powertrain hybrid, intelligent driving, dan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), guna menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih praktis dan relevan dengan kebutuhan pengguna.