Baca Juga: Turing Indonesia-Mekah, Rider XMAX Ini Ceritakan Pengalaman Melintasi 12 Negara
Mereka berangkat pada Oktober 2025 dengan perlengkapan terbatas yang diikat di atap mobil.
Mobil tersebut tidak memiliki power steering dan AC, serta memiliki performa buruk di medan menanjak maupun menurun.
Jenks bahkan menyebut kendaraan itu sebagai mobil yang paling tidak cocok untuk perjalanan jauh.
Meski demikian, mereka tetap melanjutkan perjalanan dengan keyakinan besar bisa mencapai tujuan.
Perjalanan tak hanya menghadapi medan berat, tetapi juga situasi berbahaya.
Mereka tiba di Benin saat terjadi upaya kudeta dan melintasi Nigeria utara ketika serangan udara berlangsung.
Lalu saat sampai di Kamerun, mereka bahkan harus dikawal militer sejauh sekitar 480 kilometer.
Selain itu, berbagai kerusakan teknis terus terjadi sepanjang perjalanan.
Sokbreker rusak di awal perjalanan, transmisi bermasalah di Ghana, hingga mesin mobil meledak di Kamerun.