Mobil Terbang Diprediksi Banyak Digunakan 10 Tahun ke Depan, Ini Alasannya

Naufal Shafly - Rabu, 29 April 2026 | 23:45 WIB

Aridge Traveller X2. Salah satu model mobil terbang garapan Aridge, brand di bawah naungan Xpeng.

Karena itu, ekspansi global akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari wilayah yang lebih siap secara regulasi.

Baca Juga: Aridge Jadi Langkah Nyata Xpeng Wujudkan Cita-cita Mobil Terbang

Naufal/GridOto.com
eVTOL Flying Car. Salah satu mobil terbang garapan Aridge

“Pertama kami akan mulai dari Timur Tengah, lalu baru ke negara lain setelah mendapatkan sertifikasi yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Selain regulasi, faktor infrastruktur juga ikut menentukan.

Saat ini, penggunaan mobil terbang masih terbatas di area tertentu seperti flying camp atau lokasi khusus yang sudah memiliki izin.

Namun, Wang Tan mengungkapkan bahwa jumlah fasilitas tersebut terus berkembang.

“Sekarang sudah ada lebih dari 200 flying camp, dan jumlahnya terus bertambah karena banyak pihak ingin bekerja sama,” ujarnya.

Meski begitu, Wang Tan optimistis mobil terbang akan menjadi bagian dari masa depan transportasi.

Dengan perkembangan teknologi baterai dan sistem penerbangan, ia meyakini mobilitas tiga dimensi akan benar-benar terwujud dalam 10 hingga 15 tahun ke depan.

“Impian saya sederhana, semua orang bisa terbang. Freedom to fly,” tutupnya.

YANG LAINNYA