GridOto.com - Nyawa menjadi taruhan ketika melewati perlintasan kereta api sebidang.
Banyak korban berjatuhan bukan semata karena palang pintu tidak berfungsi, tetapi pengemudi tidak memiliki kebiasaan disiplin saat melintasi rel.
Terutama kebiasaan 3 detik yang sering diabaikan pengemudi saat melewati perlintasan kereta.
Praktisi keselamatan berkendara, Marcell Kurniawan, menegaskan pengemudi seharusnya memperlakukan perlintasan rel seperti persimpangan dengan rambu STOP.
Artinya, tidak cukup hanya melambat, tetapi wajib berhenti untuk memastikan kondisi benar-benar aman.
"Harus dibiasakan saat akan melintasi rel, harus seperti saat di pertigaan yang ada rambu setop, dimana kita perlu perlambat kemudian berhenti sesaat untuk memastikan aman, walaupun palang belum turun, lalu kembali melanjutkan perjalanan," kata Marcell, (28/4/26) mengutip Kompas.com.
Menurutnya, kebiasaan '3 detik berhenti' sebelum rel bisa menjadi pembeda antara perjalanan aman dan kecelakaan fatal.
Baca Juga: Tragedi Ban Depan Selip di Perlintasan Kereta Api, Daihatsu Sigra Mental Compang-camping di Parit
Waktu singkat tersebut memberi kesempatan pengemudi untuk benar-benar mengamati dua arah jalur rel yang sering kali sulit diprediksi.