GridOto.com - Petinggi taksi listrik Green SM Indonesia bakal dipanggil Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait tragedi maut Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek vs Kereta Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, kota Bekasi.
Hal itu karena salah satu taksi listrik VinFast VF e34 milik Green SM terlibat kecelakaan nahas yang terjadi malam hari, (27/4/26) tersebut.
"Tadi saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk bertemu dengan pengelola taksi hijau tersebut (Green SM) untuk melakukan evaluasi. Mudah-mudahan tadi kalo jadi hari ini mestinya," ucap Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi di Stasiun Bekasi Timur, (28/4/26) melansir Kompas.com.
Terkait penyebab kecelakaan, Dudy meminta semua pihak menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Nanti kita tunggu. Tadi kan saya sudah bilang tunggu KNKT," ucapnya.
Menurut Dudy, setiap terjadinya peristiwa kecelakaan transportasi umum, pihaknya akan selalu melakukan evaluasi.
"Ya, sehingga harapannya bahwa kita belajar dari apa yang terjadi dan kita memperbaiki ke depannya," ungkapnya.
Diketahui, Keterkaitan taksi listrik Green SM dengan kecelakaan kereta tersebut dibeberkan salah satu penumpang Commuter Line, Munir, mengatakan peristiwa itu bermula saat KRL yang ia tumpangi dari arah Jakarta menuju Cikarang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
KRL itu berhenti lantaran terdapat Commuter Line dari arah Cikarang menuju Bekasi menabrak taksi listrik yang disebutkan di awal.
Ketika berhenti, melintas dari arah belakang Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek langsung menghantam KRL yang ditumpangi Munir.
"Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong," kata Munir di lokasi, (27/4/26) melansir Kompas.com.
Munir menjelaskan, akibat peristiwa itu, gerbong perempuan KRL rusak parah.
Sejumlah penumpang di dalam gerbong tampak kesulitan mengevakuasi diri karena akses tertutup bangku dan gerbong yang hancur.
Sementara itu, terkait insiden tersebut Manajemen taksi hijau Green SM Indonesia menyatakan telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi atas insiden kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, (27/4/26) malam.
Manajemen juga menyebut memberikan perhatian penuh terhadap insiden tersebut.
"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," tulis manajemen Green SM melalui akun Instagram @id.greensm, (28/4/26) dini hari.
Pihak Green SM menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi.
Sebelumnya, tumbukan antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi sekitar pukul 20.52 WIB, (27/4/26).
Titik kejadian berada di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.
Akibat kejadian tersebut, 14 penumpang KRL tewas hingga pukul 08.45 WIB, berdasarkan data terbaru yang disampaikan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, (28/4/26).
Baca Juga: Taksi Listrik VinFast VF e34 Terpenggal, Ruang Motor Listrik Menganga Lebar
Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
KAI juga menyampaikan barang-barang milik pelanggan yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan dan saat ini berada di layanan lost and found.
Pendataan dan pengelolaan barang tersebut dilakukan secara terkoordinasi bersama pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi dan kebutuhan penanganan lebih lanjut.
KAI menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait korban dan penumpang. Keluarga dapat menghubungi Contact Center KAI 121.