Nggak Impor Lagi! Komponen Baterai Mobil Bakal Dibikin Tangan Orang Indonesia

M. Adam Samudra - Selasa, 21 April 2026 | 09:03 WIB

Mobil Listrik Toyota bZ4X Dilengkapi dengan Dua Jenis Port Charger

GridOto.com - Memasuki usia ke-55 tahun, Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) bikin langkah besar dengan menggandeng Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL).

Kerja sama ini fokus pada pengembangan produksi baterai kendaraan elektrifikasi di Indonesia, termasuk rencana lokalisasi hingga level sel dan modul baterai.

Dalam kolaborasi tersebut, TMMIN menggelontorkan investasi sekitar Rp 1,3 triliun untuk memperkuat ekosistem industri kendaraan elektrifikasi nasional, dari hulu sampai hilir.

Langkah ini jadi bagian dari perjalanan panjang Toyota di Indonesia.

Selama 55 tahun, total investasi yang sudah ditanamkan mencapai Rp 100 triliun, dengan dukungan lebih dari 360.000 tenaga kerja di berbagai sektor.

Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, menyebut saat ini Toyota sudah punya lini produksi baterai pack di Karawang.

“Saat ini TMMIN memiliki lini produksi baterai pack di pabrik Karawang untuk memproduksi baterai Toyota Kijang Innova Zenix HEV, Veloz HEV, dan Yaris Cross HEV. Melalui kolaborasi strategis dengan CATL di Indonesia, kami berupaya meningkatkan kemampuan produksi battery assy pack hingga pembuatan sel baterai dan modul secara menyeluruh,” ujarnya.

Ia menambahkan, komponen baterai yang saat ini masih impor ke depannya bakal diproduksi oleh sumber daya manusia Indonesia.

Model seperti Toyota Kijang Innova Zenix, Toyota Veloz, dan Toyota Yaris Cross jadi contoh kendaraan hybrid yang sudah menggunakan baterai rakitan lokal.

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Toyota Avanza 2008-2010 Tipe G Tinggal Segini

Selain memperbesar investasi, kerja sama ini juga diharapkan memperkuat rantai pasok lokal sekaligus mendukung strategi elektrifikasi multi-jalur Toyota.

Pendekatan ini mencakup berbagai teknologi seperti Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Battery Electric Vehicle (BEV), hingga Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV).

Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azam, mengatakan penguatan produksi ini juga bakal berdampak ke ekosistem industri otomotif nasional.

Istimewa
Kere Komponen Baterai Mobil Bakal Dibikin Tangan Orang Indonesia

“Proses ini secara bertahap memperkuat rantai pasok yang telah ada, dengan mengembangkan kapabilitas manufaktur kendaraan konvensional menjadi mampu memproduksi kendaraan elektrifikasi secara menyeluruh,” jelasnya.

Menariknya, Indonesia juga diproyeksikan jadi basis ekspor baterai Toyota ke pasar global mulai paruh kedua 2026.

Bukan cuma baterai yang sudah terpasang di mobil hybrid, tapi juga dalam bentuk komponen terpisah.

Baca Juga: Bukan Anak Emas Lagi, Ini Simulasi Pajak Mobil Listrik Yang Sudah Setara Toyota Avanza

Langkah ini sejalan dengan tren kendaraan elektrifikasi di Indonesia yang terus meningkat. Data GAIKINDO mencatat penjualan kendaraan elektrifikasi sepanjang 2025 mencapai 177.367 unit, naik 71 persen dibanding tahun sebelumnya.

Dari angka tersebut, hybrid masih jadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 76,5 persen dari total produksi.

Dengan kolaborasi ini, posisi Indonesia di rantai pasok global kendaraan elektrifikasi diprediksi bakal makin kuat, terutama di sektor baterai yang jadi komponen paling krusial.

YANG LAINNYA