Penjualan Motor di Sumatera Mulai Bangkit, Skutik Premium Jadi Andalan

Mohammad Nurul Hidayah - Minggu, 19 April 2026 | 09:35 WIB

Premium Zone (MAXi Yamaha)

GridOto.com - Penjualan motor Yamaha di wilayah Sumatera menunjukkan tren positif pada kuartal pertama 2026.

Hal ini diungkapkan oleh Joni Lie, General Manager PT Alfa Scorpii selaku main dealer Yamaha untuk wilayah Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau dan Aceh.

Menurutnya, performa penjualan di awal tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kuartal pertama untuk tahun ini agak lebih baik dibanding sebelumnya,” buka Joni saat ditemui digelaran MAXI Tour Boemi Nusantara 2026 di Danau Toba, Sabtu (18/4/2026).

Alfa Scorpii mengaku optimistis permintaan pasar (demand) masih akan tetap terjaga dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga: Resmi Digelar! MAXI Tour Boemi Nusantara 2026 Jelajahi Indonesia dari Barat ke Timur

Salah satu faktor yang mendorong penjualan motor di Sumatera adalah kondisi ekonomi daerah, khususnya yang berkaitan dengan komoditas sawit.

Seperti diketahui, sebagian besar wilayah Sumatera Utara, Riau, hingga Aceh pendapatan masyarakatnya memiliki ketergantungan tinggi terhadap sektor perkebunan seperti kelapa sawit.

“Iya betul, karena di Sumatera Utara kan perkebunan sawit, di Riau juga sama, sebagian Aceh juga. Nah kondisi sekarang lagi baik (harga sawit tinggi), jadi otomatis salah satu faktor demand bisa lebih bagus daripada tahun lalu,” jelasnya.

Nurul/Gridoto
Joni Lie, General Manager PT Alfa Scorpii optimis penjualan motor Yamaha di Sumatera tahun ini bisa meningkat

Dari sisi produk, segmen skutik premium masih menjadi tulang punggung penjualan Yamaha di wilayah ini.

“Paling dominan itu skutik premium, kontribusinya sekitar 50-60 persen. Baru disusul tipe klasik, lalu model seperti Yamaha Gear,” tambah Joni.

Baca Juga: Yamaha Gear Ultima Hybrid Versi Vietnam Dirilis, Lebih Murah Ketimbang Indonesia

Meski sempat muncul kekhawatiran terkait isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kondisi geopolitik global, Joni menyebut hal tersebut belum berdampak signifikan terhadap penjualan.

“Memang di lapangan sempat ada antrean karena isu-isu itu, tapi sejauh ini tidak ada pengaruh ke penjualan,” tegasnya.

Namun demikian, faktor bencana alam yang terjadi di Sumatera sempat memberi tekanan cukup besar terhadap pasar otomotif di beberapa wilayah Sumatera, khususnya di Aceh.

“Kalau bencana kemarin di Aceh itu pengaruh sekali. Penurunan penjualan bisa sampai 60-70 persen,” ungkap Joni.

“Tapi karena support pemerintah cukup cepat, pemulihannya juga cepat. Sekarang sudah hampir normal,” tutupnya.

Dengan kondisi ekonomi yang mulai stabil dan daya beli masyarakat yang kembali membaik, penjualan motor di Sumatera diprediksi akan terus bergerak positif sepanjang 2026.

YANG LAINNYA