Mesin Sering Dituduh, Padahal Ini Faktor Lain yang Bikin Mobil Boros BBM

Ferdian - Minggu, 19 April 2026 | 15:40 WIB

Indikator bbm

GridOto.com - Perjalanan panjang saat berlibur bisa jadi momen yang pas untuk menguji performa dan konsumsi BBM mobil.

Jadi pemilik bisa tahu tenaga sampai butuh bensin berapa selama menempuh perjalanan tersebut.

Hardi Wibowo, Pemilik Aha Motor Yogyakarta pernah mengatakan kalau konsumsi BBM pada suatu mobil dipengaruhi oleh beberapa faktor.

“Konsumsi BBM pada mobil secara umum tidak bisa lepas dari teknologi mesin serta kapasitas mesinnya, semakin besar kapasitas biasanya semakin boros, apalagi mesin-mesin jadul atau yang masih karburator,” ucap Hardi menukil Kompas.com.

Hardi menjelaskan, acuan konsumsi BBM pada suatu mobil sebaiknya dibandingkan dengan jenis mobil dan tahun produksi yang sama.

Dengan begitu, akan ketahuan apakan BBM-nya boros atau masih dalam tahap wajar.

“Jika sudah tahu level kewajaran konsumsi BBM pada suatu mobil, baru bisa membandingkan, bila hasilnya mobil yang kita gunakan lebih boros dari rata-rata pengguna lain maka bisa dikoreksi lagi ada kesalahan apa,” ujarnya.

Baca Juga: Cegah Mobil Boros BBM, Jangan Biakan Filter Udara Penuh Debu

1. Performa mesin dan transmisi

Hardi mengatakan, performa mesin dan transmisi sangat menentukan konsumsi BBM.

Kalau mesin dalam kondisi sehat, maka efisiensi akan tercipta sehingga mobil bisa mencapai jarak terjauhnya dengan BBM yang irit.

“Mesin dan transmisi harus sehat, mesin bertugas menghasilkan tenaga optimal dan efisien, sedangkan transmisi dan kopling mentransfer tenaga secara optimal ke masing-masing roda penggerak,” ucap Hardi.

Dengan begitu, setiap BBM yang terbakar dapat terkonversi menjadi tenaga dan ujung-ujungnya menentukan jarak tempuh yang bisa dicapai dengan perhitungan per liter BBM.

2. Gaya Mengemudi

“Mau tidak mau cara pengemudi memainkan pedal gas dan rem menentukan konsumsi BBM, jika mau irit maka mode eco driving harus diterapkan selama perjalanan yakni dengan menginjak pedal gas secukupnya dan meminimalisasi pengereman,” ucap Hardi.

Menurut Hardi, antara akselerasi dan deselerasi adalah dua hal yang berlawanan maka dari itu saat menginjak pedal gas perlu dengan pelan dan konstan agar BBM yang terbakar tidak terlalu banyak.

“Setelah itu, pengemudi harus memastikan tidak terlalu sering menginjak pedal rem agar BBM yang terbakar dapat menghasilkan atau menempuh jarak terjauhnya, maka dari itu ada faktor kondisi jalan juga,” ucap Hardi.

Baca Juga: Filter Udara Mobil Kotor, Efeknya Bisa Sampai Boros BBM Ternyata

3. Beban Kendaraan

“Beban di sini termasuk penumpang, barang bawaan, tanjakan dan tekanan ban yang kurang, karena kondisi tersebut akan membuat mesin lebih berat bekerja dan membuat pengemudi harus menginjak pedal gas lebih dalam,” ucap Hardi.

4. Kondisi Jalan

“Saat kondisi jalan tersendat dibandingkan lancar, maka akan lebih hemat BBM yang lancar karena permainan pedal gasnya bisa konstan dan minim pengereman, sedangkan bila tersendat pengemudi pasti harus mengerem,” ucap Hardi.

Dalam kondisi lalu lintas macet, maka memungkinkan mobil berhenti dengan kondisi mesin menyala.

Padahal saat berhenti BBM akan terus terbakar karena mesin terus bekerja stasioner, sementara jarak yang ditempuh nol.

YANG LAINNYA