Jetour T2, Spesies Paling Laki di Antara SUV Chindo di Indonesia

Trybowo Laksono - Sabtu, 18 April 2026 | 22:28 WIB

Jetour T2

SUV 5 penumpang ini jadi terasa tidak nyaman saat merayap di kemacetan yang sayangnya sering ditemui di kota besar seperti Jakarta.

Jetour T2 seperti butuh putaran mesin yang agak tinggi untuk sekadar start dari diam. Buat pengemudi yang terbiasa dengan transmisi hidraulis apalagi CVT, sepertinya akan butuh penyesuaian dengan karakter girboks DCT (dual clutch transmission) ini.

Tapi begitu kami masuk ke jalan jelek alias off-road, barulah terlihat kalau Jetour menunjukkan wajah sumringah.

Betapa tidak, T2 adalah mobil yang paling siap offroad, setidaknya di antara 14 mobil yang ikutan program Parade Chindo ini.

Lihat saja bannya, menggunakan jenis AT (all-terrain) yang menjaga traksinya di medan licin. Sistem penggeraknya pun sudah menggunakan locker untuk menghadapi rintangan yang lebih sulit.

Rizky A./GridOto.com
Tuas transmisi dan kenop mode berkendara di konsol tengah

Baca Juga: Parade Chindo, Strategi Menangi Pasar Mobil Cina 'Bantai Harga '

Dibekali mode berkendara Normal, Eco, Sport, Snow, Mud, Sand, Rock, dan X Smart Mode, kami pilih X Smart Mode saat masuk ke pengujian offroad.

Di X Smart Mode, sistemnya secara pintar mengatur pembagian torsi di semua roda agar traksi terjaga.

Tak sulit bagi Jetour T2 melewati obstacle mulai dari lumpur, tanjakan curam, hingga cekungan tanah yang memaksa salah satu atau 2 ban menggantung.

Di situasi roda menggantung yang artinya kehilangan traksi, locker seperti obat mujarab yang membuat mobil bisa tetap melaju.

Kami pun suka dengan sudut-sudut krusial di Jetour T2. Dengan approach angle 39 derajat, departure angle 33 derajat, dan ramp angle 25 derajat, sangat jarang bumper mentok meski melewati tanjakan atau turunan yang terjal.

Bisa kami bilang, dengan bodi monokok, mesin bertenaga, dan transmisi responsif, Jetour T2 terasa sigap dan nyaman di on-road. Lalu dengan locker pada sistem penggerak, sudut-sudut sasis yang proper, dan mode berkendara X Smart Mode yang pintar, Jetour T2 juga terasa kapabel di off-road.

Rizky A./GridOto.com
Kepraktisan oke, bahkan doortrim pintu bagasi ada cup holder

Bonusnya, meski SUV Tiongkok kini sudah banyak yang berwajah rupawan, tapi charisma Jetour T2 terasa lebih jantan dari yang lain.

Bodi mengotak, fender besar, dan ban AT membuatnya terlihat lebih macho. Apalagi posturnya juga tinggi, menegaskan wibawanya saat bumper to bumper dengan mobil lain di keramaian.

Pastinya, derum mesin bakar, dorongan saat transmisi berpindah gigi, dan sistem operasional yang mudah membuat Jetour T2 terasa familiar dengan masyarakat Indonesia.

Diset dengan harga jual Rp 588 juta, kami yakin Jetour T2 punya kesempatan untuk memikat konsumen SUV terutama bagi mereka yang membutuhkan kapabilitas riil di beragam medan.

YANG LAINNYA