Pasar Mobil Listrik Global Sedang Bergejolak, Eropa Melejit Sedangkan Amerika Seret

Ferdian - Jumat, 17 April 2026 | 18:00 WIB

Ilustrasi mobil listrik BYD

GridOto.com - Pasar kendaraan listrik global terpantau bergejolak.

Melansir data dari Benchmark Mineral Intelligence, Maret 2026 jadi bulan yang sangat sibuk dengan penjualan global mencapai 1,75 juta unit hanya dalam 31 hari.

Angka ini melonjak 66% ketimbang bulan sebelumnya.

Namun, kalau dihitung sepanjang kuartal pertama (Januari–Maret), total penjualan sekitar 4 juta unit, justru turun 3% ketimbang periode yang sama tahun lalu.

Dikutip dari arenaev, Eropa sukses tampil sebagai bintang utama. Untuk pertama kalinya, penjualan EV di kawasan ini menembus 500.000 unit dalam sebulan.

Angka tersebut naik 37% dibanding Maret tahun lalu.

Secara kumulatif, penjualan kuartal pertama mencapai 1,2 juta unit atau tumbuh 27%.

Lonjakan ini didorong harga bahan bakar yang tinggi serta insentif pemerintah yang membuat mobil listrik semakin menarik.

Baca Juga: Luar Biasa, China Buat Baterai Kendaraan Listrik Yang Penuh Isi Daya Dalam 11 Menit

Sedang kan di Prancis, penjualan EV melonjak 69% akibat lonjakan harga bahan bakar yang memicu kekhawatiran masyarakat.

Sementara di Inggris, penjualan naik 31% berkat momen pergantian pelat nomor tahunan.

Negara lain seperti Italia dan Spanyol juga mencatat pertumbuhan signifikan.

Di China, penjualan bulan Maret hampir dua kali lipat dibanding Februari setelah aktivitas ekonomi pulih pasca Tahun Baru Imlek.

China tetap menjadi pasar terbesar dunia dengan kontribusi hampir 50% penjualan global.

Meski begitu, total penjualan kuartal pertama hanya 1,9 juta unit, turun 21% dibanding tahun lalu.

Perubahan kebijakan pemerintah serta sikap konsumen yang lebih berhati-hati menjadi penyebab utama.

Menariknya, produsen China kini agresif mengekspor kendaraan ke luar negeri. Akibatnya, stok mobil listrik menumpuk di beberapa pasar.

Di Italia, merek seperti Leapmotor menguasai hampir 30% pasar EV, sementara total merek China mendekati 40%.

Baca Juga: Ini Insentif Yang Diusulkan Kemenperin Untuk Kendaraan Listrik

Kondisi berbeda terjadi di Amerika Utara. Penjualan EV di kawasan ini turun 27% pada kuartal pertama, hanya mencapai 320.000 unit.

Di Amerika Serikat dan Kanada, penurunan ini dipicu berakhirnya insentif pajak pemerintah.

Meski Maret mencatat lebih dari 100.000 unit terjual, angka tersebut masih di bawah performa tahun lalu.

Dampaknya, beberapa produsen mulai mengubah strategi. Honda bahkan membatalkan proyek “0 Series”.

Proyek Afeela hasil kolaborasi dengan Sony juga dihentikan.

Di luar pasar utama, pertumbuhan justru sangat tinggi. Di Selandia Baru, penjualan melonjak 263% pada Maret. Sementara Australia mencatat kenaikan 89%.

Secara total, pasar “lainnya” mencatat 600.000 unit pada kuartal pertama atau naik 79%. Faktor utamanya sama: harga bahan bakar tinggi yang mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik.

Pasar mobil listrik global sedang mengalami perubahan besar. Eropa dan negara berkembang melaju cepat, sementara China mulai melambat dan Amerika Utara tertinggal.

Dengan total 4 juta unit terjual dalam tiga bulan, industri ini tetap besar, namun pertumbuhan tidak lagi merata di semua wilayah.

YANG LAINNYA