GridOto.com - Tindakan debt collector kelewat batas, karena mempermainkan layanan ambulans darurat sambil cengengesan.
Para penagih hutang itu melakukan orderan fiktif ke layanan ambulans dan mengirim ke alamat nasabah.
Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah memperlihatkan petugas ambulans mendatangi sebuah kantor, namun pasien yang dimaksud tidak berada di lokasi.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @wargajakarta.id, (15/4/26), dua pria berseragam hijau berdiri sambil berbicara melalui sambungan telepon.
Di depan mereka terlihat tandu ambulans berwarna merah, sementara seorang pria berbaju batik membantu memegangi ponsel saat komunikasi berlangsung.
"Bapak jangan melecehkan petugas medis. Kalau begini Bapak melecehkan petugas medis," kata salah satu pria berseragam hijau.
Dari sambungan telepon, terdengar pria yang diduga pemesan justru tertawa dan menyebut soal transfer biaya.
Yoga Dwi Saputra (27), salah satu petugas ambulans dalam video tersebut mengonfirmasi dirinya bersama direktur tempatnya bekerja, berinisial JNS, menjadi korban order fiktif yang diduga dilakukan debt collector.
"Jadi pukul 16.30 WIB kemarin, (14/4/26), kami mendapat laporan permintaan bantuan medis," ujar Yoga, (15/4/26) mengutip Kompas.com.
Permintaan tersebut datang dari seorang pria yang menelepon kantor layanan ambulans.
Pemesan meminta ambulans menjemput seorang pria berinisial BS di kantor PT Corfina Capital, Chubb Square lantai 8, Jalan Thamrin Nomor 5, Tanah Abang, Jakarta Pusat.