GridOto.com - Sedang viral aksi sekelompok pria di Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan setelah aksi mereka terlihat meminum oli secara bergantian.
Tujuannya cukup mengejutkan, yakni ingin meningkatkan stamina.
Nah, terkait hal ini ahli kesehatan ikut angkat bicara.
Melansir TribunJatim, Dokter sekaligus peneliti Global Health Security, Dicky Budiman, menjelaskan kalau minum oli sama saja dengan memasukkan racun ke dalam tubuh.
Oli mesin mengandung berbagai zat berbahaya seperti hidrokarbon, bahan kimia tambahan, logam berat, dan senyawa beracun lainnya yang jelas tidak diperuntukkan bagi manusia.
Karena bukan bahan yang aman dikonsumsi, oli bisa langsung memicu keracunan saat masuk ke tubuh.
Gejala awal biasanya berupa mual, muntah, sakit perut, hingga diare. Namun, bahaya sebenarnya bisa jauh lebih serius dari itu.
Salah satu risiko paling berbahaya adalah ketika oli yang diminum masuk ke paru-paru, misalnya saat muntah.
Baca Juga: Bukan Akal-akalan Bengkel, Inilah Efek Nyata Malas Ganti Oli Motor Menurut Mekanik Senior
Kondisi ini bisa menyebabkan peradangan paru-paru yang parah, kekurangan oksigen (hipoksia), bahkan berujung kematian jika tidak segera ditangani.
Tak hanya itu, kandungan berbahaya dalam oli juga bisa memengaruhi sistem saraf.
Dampaknya bisa berupa pusing, kebingungan, hingga penurunan kesadaran.
Artinya, efeknya tidak hanya menyerang satu organ, tetapi bisa berdampak ke berbagai bagian tubuh sekaligus.
Yang lebih mengkhawatirkan, dampak dari konsumsi oli tidak selalu langsung terasa. Banyak orang merasa aman karena tidak mengalami efek instan, padahal kerusakan bisa terjadi secara perlahan.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa menyebabkan kerusakan organ penting seperti hati dan ginjal, gangguan darah akibat logam berat, masalah hormon, hingga meningkatkan risiko kanker.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa tidak semua yang viral di media sosial aman untuk diikuti.
Apalagi jika menyangkut kesehatan, keputusan yang salah bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, penting untuk lebih bijak dan tidak sembarangan meniru tren yang berbahaya.