Baca Juga: Bridgestone Tire Check Service Selama Mudik Lebaran, Ini Lokasinya
Sebanyak 1.159 masyarakat telah merasakan manfaatnya, termasuk transformasi mantan pemburu liar menjadi Sanggabuana Wildlife Ranger yang kini berperan menjaga kelestarian hutan.
Dari sisi ekonomi, masyarakat Desa Cinta Laksana juga mampu mencatatkan transaksi hingga Rp 58 juta melalui pemanfaatan hasil hutan non-kayu seperti gula aren dan produk olahan terubuk.
Sementara itu, dari sisi keselamatan, Bridgestone melalui pabrik Bekasi juga aktif menjalankan Road Safety School Program (RSSP).
Program ini menyasar pelajar sekolah menengah pertama dengan memberikan edukasi terkait keselamatan berlalu lintas, termasuk pemahaman rambu dan infrastruktur jalan sejak usia dini.
Hal itu lah yang menjadikan Bridgestone Indonesia meraih Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) peringkat EMAS dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk Karawang Plant (KP) dan PROPER peringkat Hijau untuk Bekasi Plant (BP), Selasa (7/4/2026), di Jakarta.
“Kami mengapresiasi penghargaan dari pemerintah melalui KLH atas aksi nyata kami dalam program keberlanjutan serta pengelolaan lingkungan pada 2025 lalu," ujar Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno dalam keterangan tertulis yang diterima GridOto.com, Kamis (9/4/2026).
"PROPER Peringkat Emas ini menjadi kado paling indah karena bertepatan dengan ulang tahun emas atau 50 tahun Bridgestone hadir di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan lingkungan yang lebih baik di masa depan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Kementerian Lingkungan Hidup menilai pendekatan yang dilakukan Bridgestone tidak hanya sebatas memenuhi regulasi, tetapi sudah masuk tahap beyond compliance.
Perusahaan dinilai konsisten dalam mengelola dampak lingkungan secara efektif, mulai dari pengolahan limbah, efisiensi energi, hingga pemanfaatan energi terbarukan.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa program PROPER saat ini telah berkembang menjadi instrumen transformasi industri.
“PROPER bukan lagi sekadar alat evaluasi administratif. PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” jelas Hanif.
Capaian efisiensi energi yang dilakukan Bridgestone Karawang ini pun menjadi salah satu faktor penting di balik raihan PROPER peringkat Emas pada 2025, setelah sebelumnya dua tahun berturut-turut berada di peringkat Hijau.
Secara keseluruhan, pada periode 2024–2025 terdapat 5.476 perusahaan yang mengikuti penilaian PROPER, meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 282 perusahaan berhasil masuk kategori beyond compliance, terdiri dari 39 perusahaan berperingkat Emas dan 243 perusahaan berperingkat Hijau.
Peningkatan partisipasi ini menjadi sinyal bahwa kesadaran industri terhadap tanggung jawab lingkungan semakin kuat, sekaligus menunjukkan bahwa inovasi seperti yang dilakukan Bridgestone bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan di tengah tuntutan keberlanjutan yang semakin tinggi.