Kemelut Timur Tengah Tak Berpengaruh, Impor 105.000 Mobil Pikap dan Truk India Tetap Gas Pol

Irsyaad W - Rabu, 1 April 2026 | 09:35 WIB

GridOto berkesempatan melihat langsung unit Mahindra Scorpio Pik-Up single cabin 4x4 edisi Cendrawasih milik Koperasi Desa Merah Putih.

GridOto.com - Tampaknya kemelut di Timur Tengah tak berpengaruh terhadap impor 105.000 mobil pikap dan truk India ke Indonesia.

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono memastikan impor 105.000 mobil pikap dan truk dari India tetap berjalan.

Mobil pikap dan truk tersebut tetap akan digunakan untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Sebanyak 3.135 koperasi yang telah rampung pembangunannya sudah menerima fasilitas kendaraan.

Setiap koperasi memperoleh satu unit truk dan satu unit pikap.

"Iyalah (impor) tetap jalan," kata Ferry saat ditemui di Kantor Kemenkop, Jakarta, (30/3/26) mengutip Kompas.com.

Pengadaan kendaraan dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero).

Total 105.000 unit terdiri dari 35.000 pikap 4x4 dari Mahindra & Mahindra Ltd. serta 35.000 pikap 4x4 dan 35.000 truk roda enam dari Tata Motors.

Ferry menjelaskan, penyaluran kendaraan dilakukan bertahap. Distribusi mengikuti kesiapan fisik koperasi, termasuk gudang dan fasilitas pendukung.

Sekitar 34.000 koperasi masih dalam tahap pembangunan. Penyelesaian ditargetkan dalam satu hingga dua bulan ke depan.

Baca Juga: Kelit Agrinas Beli 105.000 Mobil India, Senggol Merek Jepang dan China Sampai Sudah DP 30 Persen

tatamotors.com
Tata Yodha Pick Up

"Ini 105.000 (kendaraan) totalnya, tapi kan (diberikan) secara bertahap, begitu ada Koperasi Desa Merah Putih-nya rampung, bangunan fisik, gudang, dan alat kelengkapannya langsung dilengkapi dengan sarana truk dan pikap," ucapnya.

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao De Sousa Mota menyebut faktor harga menjadi pertimbangan utama impor.

Harga pikap 4x4 di pasar domestik dinilai tinggi, sementara produk dari India lebih kompetitif.

Ia menilai langkah ini menghemat anggaran negara dalam jumlah besar.

Penghematan diperkirakan mencapai sekitar Rp 46,5 triliun.

"Pertama masalah harga. Produk-produk yang ada, baik dari manapun yang men-supply pasar Indonesia, harganya kalau 4x4 sangat mahal," ungkapnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, (20/2/26) disitat dari Kompas.com.

"Jadi dengan mengambil dari India, itu kita menjadi jalan tengah. Jadi adil untuk kita menggunakan biaya anggaran APBN ini secara bijak. Karena kita beli dengan harga yang hampir setengahnya lebih murah daripada produk-produk yang ada di pasaran Indonesia," jelas dia.

Naufal/GridOto.com
Mahindra Scorpio Pik Up single cabin untuk kendaraan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)

Rencana impor tersebut sempat menuai polemik.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah menunda rencana tersebut.

"Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pick up dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat presiden masih di luar negeri,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, (23/2/26) lalu.

YANG LAINNYA